Konsekuensi dan dampak televisi bagi masyarakat
di Indonesia
Pendahuluan
Televisi, kata yang sudah tak asing lagi didengar bagi sebagian besar masyarakat indonesia. Televisi seolah sudah menjadi bagian hidup “mendarah daging di tubuh mereka para peneikmat televisi sejati” yang tidak dapat dipisahkan, menjadi sebuah kebutuhan primer, bukan lagi sebagai kebutuhan barang mewah. Semakin pesatnya teknologi komunikasi dan informasi di zaman seperti sekarang ini, televisi sebagai alat komunikasi tetap dapat menarik hati masyarakat, tak pernah luntur dimakan zaman. Kemenculan berbagai teknologi komunikasi yang serba canggihpun tak bisa menggantikan televisi sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia.
Melihat ke belakang, untuk pengertian televisi mungkin bagi semua orang sudah tidak penting. Bagi sejumlah kalangan masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan, hanya mengetahui televisi adalah alat komunikasi audio visual, dapat menyajikan gambar bergerak yang menarik dan dilengkapi pula dengan audio yang juga dapat menciptakan kesan terhadap gambar yang muncul di televisi. Namun, tak banyak tau dampak negatif apa yang akan muncul dari sebuah televisi. Dampak positifnya mungkin semua dapat merasakan, tapi jika dilihat secara keseluruhan, dampak positif tak dapat mengimbangi dampak negativ dari televisi tersebut.
Bicara tentang televisi, tak lepas pula dengan sebuah suguhan yang dihadirkan dari sebuah televisi yaitu tayangan-tayangan baik yang mendidik, menghibur, ataupun menyesatkan. Beragam tayangan yang ada di televisi seperti bumbu masakan yang diolah dan dicampur-campur dengan aneka bahan sayuran yang akan diolah menjadi masakan yang lezat. Campur-campur!! Mau menonton sinetron ? ada, relality show ? juga ada, pertunjukan musik ? banyak, infotainment yang menyajikan gossip para selebritis dan orang terkenal yang sungguh tidak penting dan bullsyit ? berjubel atau sekalipun mau menonton film,sinetron di layer televisi ? pasti ada. Namun bagaimana dengan tayangan seperti berita, acara yang bernuansa pendidikan / iptek, sungguh sangat minim sekali.
Dewasa ini juga semakin banyak munculnya televisi-televisi lokal, yang acara program televisinya tak jauh beda, mencontek sebuah program tayangan yang ada pada televisi nasional. Tidak berbobot, tidak bermutu dan hanya itu-itu saja. Masyarakat dirasuki tayangan-tayangan yang tidak berguna, hanya sebagai sebuah hiburan semata namun justru menimbulkan dampak negatif baik secara langsung ataupun tidak langsung bagi orang dewasa ataupun anak-anak.
Dari sekian banyaknya teknologi komunikasi dan informasi yang ada di Indonesia, televisi memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat. Televisi mampu merubah kehidupan mereka, membuat sesuatu yang tidak mungkin terjadi menjadi mungkin terjadi, merubah sebuah kebiasaan dan pola hidup. Sedangkan sudah banyak terjadi kasus yang ditimbulkan dari sebuah televisi terutama dampak yang dirasakan oleh anak-anak, tidak terlalu dipikirkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. makalah ini mencoba untuk menjelaskan dampak apa saja yang akan ditimbulkan dari sebuah televisi dan konsekuensi yang harus diterima oleh penikmat televisi atas apa yang diserap dari semua penayangan yang ada di televisi.
Isi
Sebelum beranjak ke dampak negatif yang ditimbulkan dari televisi, tak ada salahnya kita berfikir sejenak tentang dampak positif dari televisi. Jika dibandingkan dengan dampak negatifnya, memang dampak positifnya tidak seberapa, namun bagi masyarakat yang dapat memilah-milah sebuah tayangan yang ada di televisi, akan merasakan banyak dampak positifnya. Diantara beberapa dampak positif tersebut, diantaranya sebagai berikut :
- Memberi informasi
Seperti kita ketahui, Negara Indonesia adalah Negara kepulauan, sehingga masyarakatnya juga tersebar di berbagai penjuru, dari sabang hingga merauke. Untuk mendapatkan sebuah informasi yang luas (lingkup nasional ataupun internasional) tentu tidak mungkin untuk dilakukannya komunikasi secara langsung/lisan. Untuk itu televisi hadir sebagai alat penghubung/komunikasi antara masyarakat yang terpisah jarak jauh tersebut. Untuk seseorang yang ingin mengetahui bagaimana keadaan di Sumatera, Irian Jaya, Klaimantan, Sulawesi dan yang lainnya seputar kenaikan harga BBM misalnya, tidak mungkin akan terjun atau pergi langsung ke daerah yang diinginkannya itu. Nah, disini televisi memainkan peranan sebagai pedia penyampai informasi kepada masyarakat melalui program news / berita. Dengan adanya program berita, masyarakat menjadi tahu bagaimana keadaan atau kondisi masyarakat ataupun daerahnya yang terpisah jarak jauh.
- Sebagai Hiburan
Setelah melakukan aktivitas satu hari penuh, mungkin bagi pekerja, mahasiswa ataupun pelajar, akan merasakan kelelahan dan sedikit membutuhkan hiburan. Ada banyak pilihan tayangan dalam program televisi yang bersifat menghibur. Mulai dari komedi, film kartun, acara pertunjukan musik, sinetron, film, infotainment atau bahkan acara quiz, dan lain sebaginya semua ada di dalam televisi. Masyarakat tinggal memilik acara mana yang disukai dan dirasa dapat menghibur dan sedikit mengusir rasa lelah yang ada.
- Menambah wawasan dan pengetahuan
Tentu tidak semua acara televisi dpat menambah wawasan seseorang menjadi luas, bisa jadi wawasan mereka menjadi sempit karena melihat salah satu tayangan yang ada di televisi, tergantung dari bagaimana penonton menyikapi dan mengambil segi positifnya. Ada salah satu tayangan di televisi yang dapat menghibur namun juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Wawasan dan pengetahuan tidak melulu terbatas pada “ilmu pengetahuan ataupun teknologi”, tapi juga bisa berupa wawasan tentang suatu daerah, tradisi, adapt istiadat dan budaya. Acara tersebut misalnya saja seperti “Melancong Yuk, Jalan-Jalan, Kuliner” dan masih banyak yang lainnya. Bagi masyarakat yang tidak mampu berwisata ke daerah yang jauh,paling tidak melalui acara ini, masyarakat menjadi tahu bagaimana kondisi alamnya, adat-istiadatnya, tradisi masyarakatnya ataupun budayanya. Bisa juga menjadi sebuah alternatif pilihan sebelum berwisata.
- Murah dan efektif
Jika setiap ada acara konser/pertunjukan musik seseorang harus mengeluarkan biaya untuk membeli tiket, atau melihat film baru di bioskop, tentu tidak semua orang mampu. Melalui televisi saja sudah bisa melihat, bahkan mungkin bisa dengan detail dengan pengambilan gambar-gambar secara close-up. Tidak harus berdesak-desakan dalam mengantri tiket atau menonton sebuah konser. Memang rasanya sangat berbeda, tapi paling tidak dapat ikut melihat walaupun tidak di tempatnya secara langsung.
Gambaran diatas mungkin beberapa dampak positif dari sebuah televisi, mingkin juga masih ada dampak positif yang lainnya, namun dalam hal ini penulis akan memberikan porsi yang sama antara dampak positif dan negatifnya. Untuk kemudian, akan diuraikan pula beberapa dampak negatif dari televisi :
v Menurunnya minat membaca
Media televisi dengan segudang acaranya telah merampas minat membaca masyarakat. audio-visual yang menarik membuat masyarakat memilih menonton televise daripada harus berkonsentrasi membaca tulisan-tulisan kecil dalam sebuah buku. Yang lebih parah jika hal ini terjadi pada anak-anak. Umur yang masih muda, namun dengan dijejali acara televisi, kreatifitas menjadi menurun, budaya membaca mulai ditinggalkan, padahal masa anak-anak seharusnya digunakan banyak-banyak membaca, karena dengan membaca dengan sendirinya anak akan mengerti secara alami, bukan dipaksa mengerti.
v Dewasa sebelum waktunya
Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang yang belum cukup umur, dalam hal ini masa anak-anak untuk menjadi dewasa. Yang dimaksud dewasa sebelum waktunya disini bukan hanya fisiknya semata, namun perilaku dan pola pikir. Tayangan televisi yang berbau sensualitas, tindakan kriminaliatas, pencabulan, pemerkosaan, pembunuhan an lain sebaginya diekspose sedemikian rupa, sehingga dapat mempengaruhi persepsi yang salah pada anak dan akhirnya tindakan “meniru”pun terjadi.tentu hal semacam ini tak terlepas dari control orangtua terhadap anaknya. Sering orangtua lalai dalam pengawasan terhadap anaknya dalam menonton televisi. Acara yang seharusnya disuguhkan untuk orang dewasa, namun anak juga dapat menikmatinya, akhirnya terjadi persepsi yang salah dan tindakan yang tidak semestinyapun terjadi.
Bukan hanya dari factor orangtua saja. Namun dari stasiun televise itu sendiri. Banyak acara yang tidak lagi yang mengejar impian dan nilai-nilai moral namun sebaliknya menyerap nilai-nilai dalam masyarakat yang menyimpang. Tayangan-tayangan berbau kekerasan, sensual banyak mempengaruhi pikiran pemirsa dan menganggap hal tersebut normal dilakukan. Sangat disayangkan, sepertinya tidak ada lembaga sensor untuk sinetron yang terlihat begitu vulgar di televisi.
v Menciptakan masyarakat pemalas
Dengan tayangan yang audui-visual, membuat anak menjadi malas membaca dan belajar, karena mereka telah terhipnotis dengan cara yang berwarna-warni, suara jelas, sehingga membaca menjadi sesuatu yang membosankan. Demikian pula cara berpikir menjadi sederhana dan terpola seperti solusi-solusi yang ditawarkan di televise. Tak jauh itu, bagi ibu rumah tangga misalnya, karena sudah terlalu cinta terhadap “sinetron” banyak pekerjaan rumahtangga yang akhirnya menumpuk, menjadi malas, dan akrinya menyerahkan pekerjaan tersebut kepada jasa luar yang dapat mengakibatkan pengeluaran rumahtangga membengkak. Atau mahasiswa misalnya, terlalu stress dengan tugas-tugas kuliah yang menumpuk, kemudian memilih menonton televise sebagai hiburan, namun akhirnya menjadi “kebablasan” dan menjadi sebuah kebutuhan.
v Meningkatnya perilaku konsumtif
Beragamnya tayangan iklan di televise dapat mempengaruhi masyarakat untuk tergiur mencoba produk-produk yang ditawarkan. Padahal, belum tentu hal tersebut cocok dan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Dengan begitu gaya hidup boros semakin meningkat.
v Merenggangkan keharmonisan keluarga
Jika semua anggota keluarga lebuh memilih menonton televisi disbanding mengobrol atau mendengar curhat antar anggota keluarga, maka kedekatan antara anggota keluarga menjadi renggang. Waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk menghangatkan komunikasi dalam keluarga, menjadi semakin sempit.
v Menurunnya atau hilangnya rasa malu
Banyaknya berita tentang korupsi dan penipuan maupun tindaklan kriminal lainnya yang banyak dilakukan oleh pejabat membuat terjadinya degradasi rasa malu pada masyarakat, baik secara sadar maupun tidak sadar. Masyarakat akan berfikir “wong yang sudah kaya dan punya jabatan saja masih begitu, kenapa saya yang hidupnya susah ga boleh begitu”. Seolah-olah korupsi itu bukan lagi hal yang memalukan.
v Konsentrasi menurun dan kesehatan menjadi terabaikan
Dampak menonton televisi bukan hanya pada perilaku, tetapi mencandu teve pun berdampak pada kesehatan. Menurut sebuah hasil studi para peneliti Universitas Harvard,AS selama enam tahun pada lebih dari 50 ribu wanita, ternyata teve buruk dampaknya buat kesehatan. Nonton teve dari 10 jam seminggu meningkatkan resiko diabetes dan obesitas apalagi buat anak. Karena saat menonton, biasanya diikuti perilaku mengonsumsi camilan.
Pada anak sekolah, efeknya berkaitan dengan kesulitan berkonsentrasi saat anak belajar. Inilah yang menyebabkan prestasi anak belajar bisa menurun. Terlalu banyak menonton televisi. berlebihan nonton teve memicu adanya kelainan tulang punggung, karena posisi duduk yang salah, dan kondisi mata yang lelah, tegang atau pegal lantaran menonton teve terlalu lama. Otot-otot mata bila dipaksa bekerja keras terutama saat harus melihat obyek dekat dalam jangka waktu lama. Kondisi inilah dapat mempengaruhi pandangan yang bisa menjadi samar karena tergantungnya kemampuan untuk memfokuskan, hingga sakit kepala ringan sampai cukup serius.
Hal-hal tersebut adalah gambaran dampak negatif dan positif yang dapat ditimbulkan dari media televisi. Mungkin semuanya tersebut diatas hanya beberapa, namun dapat menjawab dan mewakili pertanyaan dari konsekuensi dan dampak apa saja yang ditimbulkan oleh televisi.
Penutup
Hadirnya media televisi di Indonesia begitu banyak memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakatnya. Memberikan manfaat dalam hal informasi dan hiburan namun juga dapat menciptakan sebuah bencana yang tak terduga. Media televisi di Indonesia banyak yang menyuguhkan acara-acara yang tidak berkualitas. Media hanya mengejar keuntungan perusahaan semata. Tanggungjawab moral terhadap pendidikan di Indonesia masih sangat rendah. Kontrol dari pemerintahpun masih sangat kurang. Undang-undang yang mengatur tentang penyiaran menjadi ga jelas dan fungsinyapun menjadi “sakit”. Masyarakat juga terlalu mudah dimakan media, minat belajar masyarakat juga semaki rendah.
Media semestinya mampu memberikan hiburan, informasi yang berkualitas dan bermanfaat. Media terutama televisi diharapkan dapat turut andil dalam peningkatan kualitas SDM di Indonesia, selain itu juga diharapkan dapat mengubah culture masyarakat menjadi lebih baik. Sedangkan untuk mencegah / mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari tayangan di televisi, terutama bagi anak-anak dapat dilakukan langkah-langkah sebagi berikut :
· Seleksi acara ( upaya ini didahului survey terhadap tayangan acara televisi. Orangtua memilah-milah tayangan yang baik buat anak sesuai dengan usianya).
· Membuat jadwal menonton : pembatasan waktu menonton televisi erat kaitannya dengan perilaku, bersosialisasi dan kesehatan anak. Apabila terlalu lama menonton televisi, jelas ketiganya dapat terganggu.
· Libatkan anggota keluarga : memberikan pengertian kepada anggota keluarga lain bahwa bagaimanapun juga mereka kadang-kadang perlu mengorbankan kesenangan meeka demi kebaikan sang anak.
· Konsisten terapkan aturan : orangtua dan pengasuh perlu untuk selalu bertindak secara konsisten dan tidak bosan-bosannya dalam memberikan pengertian kepada anak, sehingga anak tahu dengan jelas mana yang boleh dan mana yang tidak, mana yang baik dan mana yang buruk.
· Bagi pemerintah sendiri, harus mampu meciptakan aturan tegas untuk setiap stasiun televisi yang menayangkan sebuah acara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral yang ada di dalam masyarakat dan acara yang tidak bermutu dan bernilai.
Dengan solusi yang ditawarkan diatas, semoga dapat sedikit merubah serta mengurangi dampak negatif dari adanya media televisi di Indonesia. Sehingga masyarakat dapat merasakan banyak manfaat dari segi positifnya.
Daftar Pustaka :
- bahan ajar Perkembangan Teknologi Komunikasi