UAS PTK

June 5, 2008 by dwikurniakj05

Konsekuensi dan dampak televisi bagi masyarakat

di Indonesia

Pendahuluan

Televisi, kata yang sudah tak asing lagi didengar bagi sebagian besar masyarakat indonesia. Televisi seolah sudah menjadi bagian hidup “mendarah daging di tubuh mereka para peneikmat televisi sejati” yang tidak dapat dipisahkan, menjadi sebuah kebutuhan primer, bukan lagi sebagai kebutuhan barang mewah. Semakin pesatnya teknologi komunikasi dan informasi di zaman seperti sekarang ini, televisi sebagai alat komunikasi tetap dapat menarik hati masyarakat, tak pernah luntur dimakan zaman. Kemenculan berbagai teknologi komunikasi yang serba canggihpun tak bisa menggantikan televisi sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

Melihat ke belakang, untuk pengertian televisi mungkin bagi semua orang sudah tidak penting. Bagi sejumlah kalangan masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan, hanya mengetahui televisi adalah alat komunikasi audio visual, dapat menyajikan gambar bergerak yang menarik dan dilengkapi pula dengan audio yang juga dapat menciptakan kesan terhadap gambar yang muncul di televisi. Namun, tak banyak tau dampak negatif apa yang akan muncul dari sebuah televisi. Dampak positifnya mungkin semua dapat merasakan, tapi jika dilihat secara keseluruhan, dampak positif tak dapat mengimbangi dampak negativ dari televisi tersebut.

Bicara tentang televisi, tak lepas pula dengan sebuah suguhan yang dihadirkan dari sebuah televisi yaitu tayangan-tayangan baik yang mendidik, menghibur, ataupun menyesatkan. Beragam tayangan yang ada di televisi seperti bumbu masakan yang diolah dan dicampur-campur dengan aneka bahan sayuran yang akan diolah menjadi masakan yang lezat. Campur-campur!! Mau menonton sinetron ? ada, relality show ? juga ada, pertunjukan musik ? banyak, infotainment yang menyajikan gossip para selebritis dan orang terkenal yang sungguh tidak penting dan bullsyit ? berjubel atau sekalipun mau menonton film,sinetron di layer televisi ? pasti ada. Namun bagaimana dengan tayangan seperti berita, acara yang bernuansa pendidikan / iptek, sungguh sangat minim sekali.

Dewasa ini juga semakin banyak munculnya televisi-televisi lokal, yang acara program televisinya tak jauh beda, mencontek sebuah program tayangan yang ada pada televisi nasional. Tidak berbobot, tidak bermutu dan hanya itu-itu saja. Masyarakat dirasuki tayangan-tayangan yang tidak berguna, hanya sebagai sebuah hiburan semata namun justru menimbulkan dampak negatif baik secara langsung ataupun tidak langsung bagi orang dewasa ataupun anak-anak.

Dari sekian banyaknya teknologi komunikasi dan informasi yang ada di Indonesia, televisi memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat. Televisi mampu merubah kehidupan mereka, membuat sesuatu yang tidak mungkin terjadi menjadi mungkin terjadi, merubah sebuah kebiasaan dan pola hidup. Sedangkan sudah banyak terjadi kasus yang ditimbulkan dari sebuah televisi terutama dampak yang dirasakan oleh anak-anak, tidak terlalu dipikirkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. makalah ini mencoba untuk menjelaskan dampak apa saja yang akan ditimbulkan dari sebuah televisi dan konsekuensi yang harus diterima oleh penikmat televisi atas apa yang diserap dari semua penayangan yang ada di televisi.

Isi

Sebelum beranjak ke dampak negatif yang ditimbulkan dari televisi, tak ada salahnya kita berfikir sejenak tentang dampak positif dari televisi. Jika dibandingkan dengan dampak negatifnya, memang dampak positifnya tidak seberapa, namun bagi masyarakat yang dapat memilah-milah sebuah tayangan yang ada di televisi, akan merasakan banyak dampak positifnya. Diantara beberapa dampak positif tersebut, diantaranya sebagai berikut :

  • Memberi informasi

Seperti kita ketahui, Negara Indonesia adalah Negara kepulauan, sehingga masyarakatnya juga tersebar di berbagai penjuru, dari sabang hingga merauke. Untuk mendapatkan sebuah informasi yang luas (lingkup nasional ataupun internasional) tentu tidak mungkin untuk dilakukannya komunikasi secara langsung/lisan. Untuk itu televisi hadir sebagai alat penghubung/komunikasi antara masyarakat yang terpisah jarak jauh tersebut. Untuk seseorang yang ingin mengetahui bagaimana keadaan di Sumatera, Irian Jaya, Klaimantan, Sulawesi dan yang lainnya seputar kenaikan harga BBM misalnya, tidak mungkin akan terjun atau pergi langsung ke daerah yang diinginkannya itu. Nah, disini televisi memainkan peranan sebagai pedia penyampai informasi kepada masyarakat melalui program news / berita. Dengan adanya program berita, masyarakat menjadi tahu bagaimana keadaan atau kondisi masyarakat ataupun daerahnya yang terpisah jarak jauh.

  • Sebagai Hiburan

Setelah melakukan aktivitas satu hari penuh, mungkin bagi pekerja, mahasiswa ataupun pelajar, akan merasakan kelelahan dan sedikit membutuhkan hiburan. Ada banyak pilihan tayangan dalam program televisi yang bersifat menghibur. Mulai dari komedi, film kartun, acara pertunjukan musik, sinetron, film, infotainment atau bahkan acara quiz, dan lain sebaginya semua ada di dalam televisi. Masyarakat tinggal memilik acara mana yang disukai dan dirasa dapat menghibur dan sedikit mengusir rasa lelah yang ada.

  • Menambah wawasan dan pengetahuan

Tentu tidak semua acara televisi dpat menambah wawasan seseorang menjadi luas, bisa jadi wawasan mereka menjadi sempit karena melihat salah satu tayangan yang ada di televisi, tergantung dari bagaimana penonton menyikapi dan mengambil segi positifnya. Ada salah satu tayangan di televisi yang dapat menghibur namun juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan. Wawasan dan pengetahuan tidak melulu terbatas pada “ilmu pengetahuan ataupun teknologi”, tapi juga bisa berupa wawasan tentang suatu daerah, tradisi, adapt istiadat dan budaya. Acara tersebut misalnya saja seperti “Melancong Yuk, Jalan-Jalan, Kuliner” dan masih banyak yang lainnya. Bagi masyarakat yang tidak mampu berwisata ke daerah yang jauh,paling tidak melalui acara ini, masyarakat menjadi tahu bagaimana kondisi alamnya, adat-istiadatnya, tradisi masyarakatnya ataupun budayanya. Bisa juga menjadi sebuah alternatif pilihan sebelum berwisata.

  • Murah dan efektif

Jika setiap ada acara konser/pertunjukan musik seseorang harus mengeluarkan biaya untuk membeli tiket, atau melihat film baru di bioskop, tentu tidak semua orang mampu. Melalui televisi saja sudah bisa melihat, bahkan mungkin bisa dengan detail dengan pengambilan gambar-gambar secara close-up. Tidak harus berdesak-desakan dalam mengantri tiket atau menonton sebuah konser. Memang rasanya sangat berbeda, tapi paling tidak dapat ikut melihat walaupun tidak di tempatnya secara langsung.

Gambaran diatas mungkin beberapa dampak positif dari sebuah televisi, mingkin juga masih ada dampak positif yang lainnya, namun dalam hal ini penulis akan memberikan porsi yang sama antara dampak positif dan negatifnya. Untuk kemudian, akan diuraikan pula beberapa dampak negatif dari televisi :

v Menurunnya minat membaca

Media televisi dengan segudang acaranya telah merampas minat membaca masyarakat. audio-visual yang menarik membuat masyarakat memilih menonton televise daripada harus berkonsentrasi membaca tulisan-tulisan kecil dalam sebuah buku. Yang lebih parah jika hal ini terjadi pada anak-anak. Umur yang masih muda, namun dengan dijejali acara televisi, kreatifitas menjadi menurun, budaya membaca mulai ditinggalkan, padahal masa anak-anak seharusnya digunakan banyak-banyak membaca, karena dengan membaca dengan sendirinya anak akan mengerti secara alami, bukan dipaksa mengerti.

v Dewasa sebelum waktunya

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang yang belum cukup umur, dalam hal ini masa anak-anak untuk menjadi dewasa. Yang dimaksud dewasa sebelum waktunya disini bukan hanya fisiknya semata, namun perilaku dan pola pikir. Tayangan televisi yang berbau sensualitas, tindakan kriminaliatas, pencabulan, pemerkosaan, pembunuhan an lain sebaginya diekspose sedemikian rupa, sehingga dapat mempengaruhi persepsi yang salah pada anak dan akhirnya tindakan “meniru”pun terjadi.tentu hal semacam ini tak terlepas dari control orangtua terhadap anaknya. Sering orangtua lalai dalam pengawasan terhadap anaknya dalam menonton televisi. Acara yang seharusnya disuguhkan untuk orang dewasa, namun anak juga dapat menikmatinya, akhirnya terjadi persepsi yang salah dan tindakan yang tidak semestinyapun terjadi.

Bukan hanya dari factor orangtua saja. Namun dari stasiun televise itu sendiri. Banyak acara yang tidak lagi yang mengejar impian dan nilai-nilai moral namun sebaliknya menyerap nilai-nilai dalam masyarakat yang menyimpang. Tayangan-tayangan berbau kekerasan, sensual banyak mempengaruhi pikiran pemirsa dan menganggap hal tersebut normal dilakukan. Sangat disayangkan, sepertinya tidak ada lembaga sensor untuk sinetron yang terlihat begitu vulgar di televisi.

v Menciptakan masyarakat pemalas

Dengan tayangan yang audui-visual, membuat anak menjadi malas membaca dan belajar, karena mereka telah terhipnotis dengan cara yang berwarna-warni, suara jelas, sehingga membaca menjadi sesuatu yang membosankan. Demikian pula cara berpikir menjadi sederhana dan terpola seperti solusi-solusi yang ditawarkan di televise. Tak jauh itu, bagi ibu rumah tangga misalnya, karena sudah terlalu cinta terhadap “sinetron” banyak pekerjaan rumahtangga yang akhirnya menumpuk, menjadi malas, dan akrinya menyerahkan pekerjaan tersebut kepada jasa luar yang dapat mengakibatkan pengeluaran rumahtangga membengkak. Atau mahasiswa misalnya, terlalu stress dengan tugas-tugas kuliah yang menumpuk, kemudian memilih menonton televise sebagai hiburan, namun akhirnya menjadi “kebablasan” dan menjadi sebuah kebutuhan.

v Meningkatnya perilaku konsumtif

Beragamnya tayangan iklan di televise dapat mempengaruhi masyarakat untuk tergiur mencoba produk-produk yang ditawarkan. Padahal, belum tentu hal tersebut cocok dan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Dengan begitu gaya hidup boros semakin meningkat.

v Merenggangkan keharmonisan keluarga

Jika semua anggota keluarga lebuh memilih menonton televisi disbanding mengobrol atau mendengar curhat antar anggota keluarga, maka kedekatan antara anggota keluarga menjadi renggang. Waktu yang seharusnya dimanfaatkan untuk menghangatkan komunikasi dalam keluarga, menjadi semakin sempit.

v Menurunnya atau hilangnya rasa malu

Banyaknya berita tentang korupsi dan penipuan maupun tindaklan kriminal lainnya yang banyak dilakukan oleh pejabat membuat terjadinya degradasi rasa malu pada masyarakat, baik secara sadar maupun tidak sadar. Masyarakat akan berfikir “wong yang sudah kaya dan punya jabatan saja masih begitu, kenapa saya yang hidupnya susah ga boleh begitu”. Seolah-olah korupsi itu bukan lagi hal yang memalukan.

v Konsentrasi menurun dan kesehatan menjadi terabaikan

Dampak menonton televisi bukan hanya pada perilaku, tetapi mencandu teve pun berdampak pada kesehatan. Menurut sebuah hasil studi para peneliti Universitas Harvard,AS selama enam tahun pada lebih dari 50 ribu wanita, ternyata teve buruk dampaknya buat kesehatan. Nonton teve dari 10 jam seminggu meningkatkan resiko diabetes dan obesitas apalagi buat anak. Karena saat menonton, biasanya diikuti perilaku mengonsumsi camilan.
Pada anak sekolah, efeknya berkaitan dengan kesulitan berkonsentrasi saat anak belajar. Inilah yang menyebabkan prestasi anak belajar bisa menurun. Terlalu banyak menonton televisi. berlebihan nonton teve memicu adanya kelainan tulang punggung, karena posisi duduk yang salah, dan kondisi mata yang lelah, tegang atau pegal lantaran menonton teve terlalu lama. Otot-otot mata bila dipaksa bekerja keras terutama saat harus melihat obyek dekat dalam jangka waktu lama. Kondisi inilah dapat mempengaruhi pandangan yang bisa menjadi samar karena tergantungnya kemampuan untuk memfokuskan, hingga sakit kepala ringan sampai cukup serius.

Hal-hal tersebut adalah gambaran dampak negatif dan positif yang dapat ditimbulkan dari media televisi. Mungkin semuanya tersebut diatas hanya beberapa, namun dapat menjawab dan mewakili pertanyaan dari konsekuensi dan dampak apa saja yang ditimbulkan oleh televisi.

Penutup

Hadirnya media televisi di Indonesia begitu banyak memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakatnya. Memberikan manfaat dalam hal informasi dan hiburan namun juga dapat menciptakan sebuah bencana yang tak terduga. Media televisi di Indonesia banyak yang menyuguhkan acara-acara yang tidak berkualitas. Media hanya mengejar keuntungan perusahaan semata. Tanggungjawab moral terhadap pendidikan di Indonesia masih sangat rendah. Kontrol dari pemerintahpun masih sangat kurang. Undang-undang yang mengatur tentang penyiaran menjadi ga jelas dan fungsinyapun menjadi “sakit”. Masyarakat juga terlalu mudah dimakan media, minat belajar masyarakat juga semaki rendah.

Media semestinya mampu memberikan hiburan, informasi yang berkualitas dan bermanfaat. Media terutama televisi diharapkan dapat turut andil dalam peningkatan kualitas SDM di Indonesia, selain itu juga diharapkan dapat mengubah culture masyarakat menjadi lebih baik. Sedangkan untuk mencegah / mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari tayangan di televisi, terutama bagi anak-anak dapat dilakukan langkah-langkah sebagi berikut :

· Seleksi acara ( upaya ini didahului survey terhadap tayangan acara televisi. Orangtua memilah-milah tayangan yang baik buat anak sesuai dengan usianya).

· Membuat jadwal menonton : pembatasan waktu menonton televisi erat kaitannya dengan perilaku, bersosialisasi dan kesehatan anak. Apabila terlalu lama menonton televisi, jelas ketiganya dapat terganggu.

· Libatkan anggota keluarga : memberikan pengertian kepada anggota keluarga lain bahwa bagaimanapun juga mereka kadang-kadang perlu mengorbankan kesenangan meeka demi kebaikan sang anak.

· Konsisten terapkan aturan : orangtua dan pengasuh perlu untuk selalu bertindak secara konsisten dan tidak bosan-bosannya dalam memberikan pengertian kepada anak, sehingga anak tahu dengan jelas mana yang boleh dan mana yang tidak, mana yang baik dan mana yang buruk.

· Bagi pemerintah sendiri, harus mampu meciptakan aturan tegas untuk setiap stasiun televisi yang menayangkan sebuah acara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral yang ada di dalam masyarakat dan acara yang tidak bermutu dan bernilai.

Dengan solusi yang ditawarkan diatas, semoga dapat sedikit merubah serta mengurangi dampak negatif dari adanya media televisi di Indonesia. Sehingga masyarakat dapat merasakan banyak manfaat dari segi positifnya.

Daftar Pustaka :

- bahan ajar Perkembangan Teknologi Komunikasi

- www.google.com

- www.yahoo.com

tugas PTK Televisi

May 3, 2008 by dwikurniakj05

Teknologi Televisi

Televisi saat ini adalah sarana elektronik yang paling digemari dan dicari orang. Untuk mendapatkan televisi tidak lagi sesusah zaman dahulu dimana perangkat komunikasi ini adalah barang yang langka dan hanya kalangan tertentu yang sanggup memilikinya. Saat ini televisi telah menjangkau lebih dari 90 persen penduduk di negara berkembang. Televisi yang dulu mungkin hanya menjadi konsumsi kalangan dan umur tertentu saat ini bisa dinikmati dan sangat mudah dijangkau oleh semua kalangan tanpa batasan usia.

Pengertian televisi itu sendiri dapat diartikan sebagai sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision, yang mempunyai arti masing-masing jauh ( tele ) dan tampak ( vision ). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi itu sendiri dapat disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini dapat merubah peradaban dunia. televisi selalu indentik dengan kata siaran televisi, dimana menurut Surat Keputusan Menteri Penerangan Republik Indonesia Nomor : 54 / B KEP / MENPEN / 1971 Tentang penyelenggaraan Siaran Televisi di Indonesia siaran televisi berarti siaran-siaran dalam bentuk gambar dan suara yang dapat ditangkap ( dilihat dan didengarkan ) oleh umum baik dengan system pamancaran dalam gelombang-gelombang elektro-magnetik maupun lewat kabel-kabel.

Jenis televisi itu sendiri ada yang yang berupa televisi analog dan televisi digital, ada juga yang disebut dengan televise kabel dan televise satelit. Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase / frekuensi dari signal. Seluruh system sebelum televisi digital dapat dimasukkan ke analog. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog adalah NTSC (National Television System(s)) Committee, badan industri pembuat standar yang menciptakannya. Sistem ini sebagian besar diteraapkan di Amerika Serikat (AS) dan beberapa bagian Asia Timur, seperti: China/Tiongkok, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia. Sementara, sistem PAL (Phase-Alternating Line, phase alternation by line atau untuk phase alternation line). Dalam bahasa Indonesia: garis alternasi fase), adalah sebuah encoding berwarna digunakan dalam sistem televisi broadcast, digunakan di seluruh dunia. PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch, yang bekerja di Telefunken, dan pertama kali diperkenalkan pada 1967.

Televisi digital (bahasa Inggris: Digital Television, DTV) adalah jenis TV yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi. Televisi resolusi tinggi atau high-definition television (HDTV), yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. Ia memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di Indonesia. Televisi kabel adalah sistem penyiaran acara televisi lewat frekuensi radio melalui serat optik atau kabel coaxial dan bukan lewat udara seperti siaran televisi biasa yang harus ditangkap antena. Selain acara televisi, acara radio FM, internet, dan telephon juga dapat disampaikan lewat kabel. Televisi satelit adalah televisi yang dipancarkan dengan cara yang mirip seperti komunikasi satelit, serta bisa disamakan dengan televisi lokal dan televisi kabel. Di banyak tempat di bumi ini, layanan televisi satelit menambah sinyal lokal yang kuno, menghasilkan jangkauan saluran dan layanan yang lebih luas, termasuk untuk layanan berbayar.

Apapun pengertian televisi maupun jenis-jenisnya, masyarakat hanya sekedar mengetahui bahwa munculnya televisi adalah sebuah teknologi atau alat komunikasi yang dapat merubah kebiasaan-kebiasaan hidup mereka. Dalam hal ini, teknologi televisi bukan sekedar sebagai proses transmisi gambar-gambar secara teknis, namun juga sebagai medium komunikasi massa yang berfungsi social. Televisi sebagai lembaga yang menyiarkan acara-acara siaran sebagai dua hal yang tak terpisahkan, yaitu televisi sebagai lembaga, sebagai medium dan siaran televisi sebagai proses komunikasi.

Siaran-siaran televisi akan memanjakan orang-orang pada saat-saat luang seperti saat liburan, sehabis bekerja bahkan dalam suasana sedang bekerjapun orang-orang masih menyempatkan diri untuk menonton televisi. Suguhan acara yang variatif dan menarik membuat orang tersanjung untuk meluangkan waktunya duduk di depan televisi. Namun dibalik itu semua dengan dan tanpa disadari televisi telah memberikan banyak pengaruh negatif dalam kehidupan manusia baik anak-anak maupun orang dewasa.

Hadirnya teknologi komunikasi telah membawa perubahan yang besar bagi kehidupan. Banyak sisi positif yang dihasilkan dari hadirnya teknologi televisi sekarang ini, namun sisi negatifnya tidak sedikit juga. Televisi yang berfungsi sebagai alat hiburan, penyampai informasi, pengetahuan / pendidikan, membujuk namun juga dapat menyesatkan dan membohongi publik dengan program-program acara tertentu. Komunikasi tanpa batas telah banyak mengakibatkan pergeseran moral. Banyak teyangan televise saat ini yang sudah kehilangan fungsi. Sebagai lat komunikasi yang seharusnya memberikan manfaat positif, memberikan hiburan yang membangun akhlak namun justru melukai pemirsa baik anak-anak maupun orang dewasa.

Banyak acara televisi yang sama sekali tidak menghargai kehidupan bermasyarakat dan beragama. Banyak yang tidak lagi mengejar impian dan nilai-nilai moral tetapi sebaliknya menyerap nilai-nilai yang menyimpang dari masyarakat yang sakit. Mengajarkan orang bagaimana berbuat licik, jahat, membunuh, seni berbohong. Tayangan-tayangan yang berbau kekerasan, seksual, banyak mempengaruhi jalan pikiran pemirsa yang akibatnya adalah mereka menganggap hal itu sebagai sesuatu yang normal untuk dilakukan. Sangat disayangkan sepertinya tidak ada lembaga sensor untuk sinetron tentang tindakan yang terlihat begitu vulgar di televisi. Semua tayangan yang berbau kekerasan, setan, hantu, tidak satupun yang mendidik orang untuk lebih baik.

Gambaran diatas hanyalah sebagian contoh dari dampak negatif yang dihasilkan dari program yang ditayangkan di televisi yang berawal dari munculnya teknologi televisi itu sendiri. Televisi akan menjadi dapat berguna dan berfungsi sebagai media yang dapat memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat, jika acara yang ditayangkan juga berpedoman terhadap nilai-nilai moral yang sesuai dalam masyarakat Indonesia. Kenyataan yang terjadi justru munculnya teknologi televisi justru digunakan sebagai alat dan ladang yang empuk untuk mencari keuntungan semata melalui program acara yang tidak bermutu dan hanya menyesatkan dan membohongi publik. Namun tidak bisa dipungkiri juga, bahwa hadirnya televisi juga telah menghipnotis pemirsa untuk bergantung terhadap televisi itu dalam memenuhi kebutuhan informasi maupun hiburan.

Manfaat positif maupun negatif akan dirasakan para penikmat media televisi jika mereka pintar-pintar memilah atau bersikap selektif terhadap program acara yang ditayangkan oleh televisi. Mengetahui seberapa besar kebutuhan yang diperoleh dari televisi itu sendiri, diketahui dari individu masing-masing, sehingga dengan hadirnya teknologi televisiu tidak hanya memberikan dampak positif semata namun juga dampak positif. Akan lebih baik lagi jika berbagai stasiun televisi yang ada di Indonesia memperhatikan kembali apakah acara yang ditayangkan itu akan banyak memberi dampak positifnya atau justru banyak dampak negatifnya.

Daftar Pustaka :

UTS (Perkembangan Ponsel)

March 30, 2008 by dwikurniakj05

Perkembangan Fasilitas Ponsel Dan Layanan Fasilitas 3G Serta Dampaknya pada Pengguna Ponsel


Telepon seluler atau yang sering disebut dengan telepon genggam kini bukan menjadi kebutuhan mewah lagi, namun sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang. Dari masa ke masa bukan hanya fasilitas yang ditawarkan semakin lengkap, namun dari segi harga juga tidak semahal dulu, banyak pilihan untuk memiliki sebuah handphone yang sesuai dengan keinginan. Mulai dari yang hanya berfungsi untuk sms dan telepon saja, hingga ber internetan lewat HP sekarang pun bisa dilakukan. Berbagai fasilitas yang ditawarkan dalam telepon genggam sekarang hampir mirip dengan komputer berjalan ( mini komputer ) atau bahkan mungkin bisa dikatakan memang sama persis fungsinya dengan komputer hanya bentuk dan dari segi harga yang berbeda, bisa jadi harga sebuah handphone yang memiliki fasilitas terlengkap sekarang harganya justru lebih mahal daripada sebuah komputer. Perkembangan teknologi seluler itu sendiri sekarang berkembang dengan sangat cepat, khususnya dalam bidang inovasi handset ( pesawat handphone ). Setiap saat muncul teknologi baru yang hadir guna menyempurnakan teknologi yang ada sekarang. Tidak mengherankan jika masing-masing vendor berlomba menciptakan handset yang kaya akan fitur-fitur yang canggih. Sejalan dengan itu, teknologi multimedia imaging dan konektivitas ikut memarakkan suasana perang fitur guna memenangkan persaingan diantara vendor, tujuannya tak lain memikat dan memanjakan penggunanya melalui fitur-fiturnya yang membuat para penikmat teknologi tergiur untuk menggunakan produknya.

Jika ponsel jadul hanya bisa digunakan untuk dengerin MP3, merekam suara, mengatur jadwal, kalkulator, game ( masih sederhana ), alarm, dan fasilitas-fasilitas kecil lainnya, kini semuanya mengalami kemajuan. Pertamakali hadirnya handphone yang dilengkapi dengan kamera, semua orang sepertinya berlomba-lomba untuk dapat memiliki handphone tersebut. Alasannya simple, dapat mengabadikan setiap moment hanya dengan sebuah handphone selain buat SMS dan telephone saja. Memang semakin lengkapnya dan canggihnya teknologi komunikasi sekarang membawa dampak yang positif, namun tak sedikit pula dampak negativ yang dapat ditimbulkan dari kecanggihan teknologi komunikasi tersebut. Hadirnya fasilitas 3G, teknologi seluler generasi ketiga, melalui konsep videocall yang berfungsi untuk berkomunikasi dan saling bertatap muka Push To Talk (PTT) yang merupakan fungsi ekonomis voice call mirip walkie talkie yang menggunakan data transfer, game online multiplayer yang sangat mementingkan akan keperluan kestabilan dan kecepatan data transfer dan lain sebagainya, sangat memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dengan langsung bertatap muka bagi penggunanya. Namun perlu diingat kembali bahwa tidak semua kecanggihan teknologi selalu membawa dampak yang positif bagi kehidupan, banyak pula dampak negativnya. Sebagai contoh dengan hadirnya layanan 3G dalam ponsel, dampak yang ditimbulkan adalah bermacam-macam, baik positif dan negativnya, seperti :

  • Tingginya tingkat kemalasan seseorang.

Dengan adanya fasilitas 3G, orang akan semakin malas melakukan aktivitasnya dengan kontak fisik langsung karena 3G sudah menyediakan berbagai fitur yang memudahkan untuk mengaksesnya. Sebagai contoh untuk menonton televisi, orang tidak perlu beranjak dari kamarnya, cukup dengan handphone untuk melihat televisi sambil tiduran. Atau orang juga malas untuk bertemu langsung dengan komunikannya karena dengan 3G ia juga dapat bertatap muka. Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

  • Informasi lebih mudah diakses.

Dengan fitur mobile tv ( vieo straming ) yang ada pada teknologi 3G, maka seseorang dapat secara cepat untuk mengakses informasi dimanapun, kapanpun, dan dengan siapa saja. Misalnya saja ketika seseorang sedang berada dalam kemacetan, mereka dapat menyaksikan secara langsung berita-berita penting yang sedang tayang di televise melalui handphone untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan, atau dapat juga bermain gameonline dengan pilihan yang bermacam dan lain sebagainya.

  • Merangsang tindakan kriminalitas (kesenjangan sosial)

Telephone seluler yang dilengkapi dengan teknologi 3G saat ini cenderung masih berharga tinggi. Hanya golongan orang yang berduit saja yang dapat memilikinya, sedangkan untuk masyarakat golongan bawah akan sulit untuk dapat memilikinya, belum lagi untuk berlangganan teknologi ini diperlukan biaya yang tidak seikit. Dengan begitu akan memunculkan suatu kecemburuan sosial di dalam masyarakat yang memungkinkn pula munculnya kriminalitas. Karena hadirnya teknologi 3G yang dapat mendorong seseorang untuk dapat memilikinya bisa jadi menjadi dasar motif bagi orang-orang yang secara ekonomi tidak bisa memilikinya dengan cara mencuru misalnya.

  • Jarak semakin tidak terasa

Teknologi 3G yang dapat memudahkan seseorang untuk berkomunikasi dengan bertatap muka secara langsung walaupun terpisah jarak yang jauh, mungkin luar pulau, bahkan luar negeri, membuat jarak yang memisahkannya semakin tidak terasa.

  • Berkurangnya penggunaan alat transportasi

Dapat melakukan komunikasi dengan bertatap muka secar langsung membuat seseorang malas untuk bertemu dengan komunikannya. Dengan 3G saja sudah dapat berkomunikasi dengan tatap muka, lalu kenapa musti bertemu lagi ? hal semacam itu pasti ada dalam pikiran pemilik handphone berfasilitas 3G. Selain alasan ekonomis, bisa lebih mengirit biaya transportasi, alas an efektifitas waktu juga salah satu alasannya. Namun tidak terpikirkan bahwa hal ini juga berdampak bagi perusahaan transportasi. Bisa dibayangkan jika mayoritas penduduk atau masyarakat memiliki handphone yang dilengkapi fasilitas 3G, bisa-bisa tidak seorangpun mau bersusah-susah menggunakan alat transportasi, mungkin saja kan ? alhasil pendapatan industri tansportasi bisa menurun.

  • Rendahnya hubungan sosial

Seperti yang telah dijelaskan diawal, hairnya teknologi 3G juga dapat mengakibatkan hubungan sosial antara pengguna 3G semakin rendah. Singkatnya, tali silaturahmi jadi semakin sempit, bisa jadi lama-lama jadi terputus. Sebagai contoh, jika musim lebaran misal saja keluarga terpisah jarak yang jauh, dengan 3G, kenapa musti susah-susah mengeluarkan biaya untuk pulang kmpung? Missal saja ada juga yang berpikiran seperti itu.

Sebenarnya jika akan diulas lebih jauh tentang perkembangan fasilitas ponsel, layanan 3G, maupun dampak-dampak yang ditimbulkan bagi penggunanya, masih banyak sekali yang dapat ditampilkan. Namun pada intinya adalah semua teknologi yang canggih pasti membawa dampak positif dan negatif bagi kehidupan terutama dalam hal gaya hidup seseorang. Bukan hanya itu saja, perkembangan teknologi ponsel juga membawa dampak atau pengaruh di berbagai bidang kehidupan, baik ekonomi, sosial, maupun politik. Dalam bidang ekonomi misalnya persaingan para pengusaha elektronik untuk meningkatkan mutu produknya pasti akan semakin ketat, dalam hal sosial menimbulkan banyak hal positif dan negatif yang sudah disebutkan di awal, sedangkan di bidang politik juga dapat dijadikan sebagai sebuah alat untuk mendukung kinerja dari para pejabat pemerintahan, mudah mengakses informasi, telekomunikasi dan lain sebagainya.Dalam bidang pendidikan, selain internet, kehadiran 3G tentunya diharapkan dapat memberi alternatif solusi permasalahan akses ke sumber informasi ini. Contohnya, para pengguna ataupun pelanggan layanan ini ke depan akan memungkinkan untuk memilih berbagai e-book yang ditawarkan oleh berbagai content provider di manapun ia berada, selama lokasinya dalam jangkauan jaringan operator. Bagi para penerbit pun, teknologi ini akan mengurangi cost, karena mereka tidak usah mengeluarkan ongkos cetak dan biaya distribusi, karena buku mereka dikemas secara digital dan didistribusikan lewat content provider.

Masih banyak kendala yang lainnya, selain harga yang masih relatif mahal, belum banyak juga orang yang dapat memanfaatkan secara tepat segala fasilitas yang ada dalam ponsel yang dilengkapi 3G tersebut. sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan dengan lengkapnya fasilitas yang ada dalam ponsel sekarang, namun kebanyakan orang membeli ponsel dengan fasilitas yang lengkap ini tidak dilihat dari kegunaannya, hanya melihat dari bentuknya yang menarik, dapat digunakan untuk telepon, SMS, kamera video,game, dan hal-hal umum lainnya yng juga ada dalam handphone biasa, sedangkan untuk mengakses yang lebih dalam lagi belum tentu semua bisa, intinya hanya digunakan untuk gaya-gayaan saja. Sedangkan dalam hal mengoperasikan handphone dengan teknologi yang canggih dan lengkap, belum semua orang mampu. Apalagi jika dilihat sekarang, pengguna HP bukan hanya golongan menengah ke atas ataupun orng-orang dewasa saja,mulai dari penjual bakso, tukang becak, supir angkotan sampai anak SDpun sekarang mnggunkan HP, dengan keadaan yang seperti ini, sepertinya juga diperlukan suatu kontrol sosial terutama bagi orangtua yang anak-anaknya sudah dibekali dengan alat komunikasi HP mengingat mudahnya mengakses segala informasi melalui handphone seperti sekarang ini untuk mencegah hal-hal negativ yang dapat ditimbulkan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA :

Ø www.mail-archive.com

Ø http://www.forum.lareosing.org/archive/index.php/t-2987.html

Ø www.yahoo.com

 

tugas PTK

March 9, 2008 by dwikurniakj05

Teknologi Komunikasi Terbaru

 PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia saat ini memang berkembang dengan pesat, terutama di bidang elektronik. Berbagai alat-alat komunikasi canggih bermunculan dengan cepatnya seiring perkembangan zaman, namun ironis sekali jika teknologi komunikasi yang canggih tersebut berkembang pada Negara yang sangat rendah tingkat pengetahuannya dan tidak diimbangi dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Dengan kondisi yang semacam ini, acapkali nilai-nilai budaya yang sudah lama berkembang dan menjadi pedoman dalam bertingkahlaku serta menjadi adat dalam kehidupan sehari-hari, dilupakan dan diabaikan seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi tersebut. Makna teknologi komunikasi itu sendiri oleh  Rogers (1886) diartikan sebagai perangkat keras, struktur-struktur organisasi dan nilai-nilai sosial yang memungkinkan individu atau khalayak mengumpulkan, memproses dan saling mempertukarkan informasi dengan individu atau khalayak lain, atau juga dapat diartikan sebagai proses penciptaan alat yang digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan penguasaan dan pengolahan informasi.

Cara-cara instant yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dengan cara yang cepat dengan menggunakan produk-produk atau hasil teknologi komunikasi yang canggih memang disatu sisi memberikan manfaat yang positif, namun disisi lain juga dapat menghilangkan unsur-unsur kebudayaan asli yang telah melekat pada masyarakat Indonesia pada umumnya. Sebagai contoh misalnya sebelum adanya alat bajak, masyarakat petani tetap memegang teguh adat mereka dengan menggunakan tenaga binatang dalam membajak sawah mereka. Setelah munculnya alat pengganti tenaga binatang yakni alat bajak dengan menggunakan mesin, semuanya mempengaruhi kehidupan social para petani tersebut. Sifat individualisme serta kecemburuan sosial juga muncul dengan datangnya teknologi komunikasi tersebut.

Segala bentuk teknologi komunikasi pada dasarnya pasti dapat memberikan manfaat kepada setiap manusia Terlepas dari semua hal di atas, dalam pembahasan ini akan lebih menekankan pada teknologi komunikasi seperti apa yang dianggap terbaru oleh masyarakat saat ini. Namun juga tidak melupakan pula dampak-dampak serta manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari teknologi komunikasi terbaru tersebut.

 PEMBAHASAN 

Ada banyak sekali teknologi komunikasi yang canggih yang berkembang di masyarakat saat ini. Salah satu contoh teknologi komunikasi yang sekarang banyak sekali beredar did an banyk pula masyarakat yang mampu mengoperasikannya serta diperjualbelikan untuk dimiliki secara personal, yakni komputer.  Komputer pada perkembangannya sekarang terus mengalami kemajuan yang pesat, dari bentuk yang semula besar sekali hingga mengalami kerampingan seperti yang disebut dengan laptop. Namun pada zaman sekarang komputer tidak hanya terbatas pada jenis laptop semata, bahkan handphone, televise atau mungkin bahkan jam tangan dapat dilengkapi dengan fasilitas yang sama yang ada dalam komputer.

Jika dibilang teknologi komunikasi apa yang terbaru pada saat inni, mungkin bisa dibilang semua teknologi yang muncul sekarang ini bisa dibilang terbaru. Karena kemunculannya yang berbarengan dengan produk-produk lainnya, sehingga teknologi komunikasi terbaru menurut saya teknologi yang muncul terakhir dan dikenal di masyarakat serta memiliki fungsi dan berdampak luas bagi masyarakat umum.

Sebagai contoh teknologi komunikasi yang mulai muncul di masyarakat dan mulai dipasarkan adalah jam tangan yang tidak hanya berfungsi sebagi penunjuk waktu, namun juga berfungsi sebagi alat hiburan. Saat ini memang sudah banyak jam tangan yang bias memutar mp3, tetapi untuk pertamakalinya jam dengan kemampuan bias memutar mp4 telah dipasarkan. Dengan jam tangan semacam ini, pemilik dapat memutar video kesayangan mereka sambil berjalan kaki ataupun saat berada di kendaraan umum. Layar pada jam ini menggunakan layer OLED 1,8inci 160×128px, tidak hanya itu, dari sisi suara, jam tangan ini mampu mengirimkan gelombang FM, agar suara bisa ditangkap oleh radio yang berada didekatnya.

Memang sekilas jika dilihat hanyalah benda kecil / seperti jam tangan biasa, namun kemampuan serta fasilitas yang dimiliki jam tangan ini belum banyak dimiliki orang. Selain harganya yang relatif mahal, seseorang jika ingin memiliki jam tangan ini harus juga memikirkan dampak-dampak lainnya yang akan ditimbulkan dari kehebatan jam tangan tersebut. Bayangkan, jika seseorang dapat melihat video dalam jam tangan sambil berjalan, risiko apa yang akan didapatkan ? pertama, mungkin saja bisa terjadi kecelakaan karena keasyikan menonton video tersebut tanpa melihat keadaan sekitarnya. Kedua, dapat memancing seseorang untuk mencuri jam tangan tersebut mengingat belum banyaknya orang yang dapat memiliki jam tangan ini karena harganya yang terhitung cukup mahal. Ketiga, dapat menimbulkan kecemburuan sosial. Keempat, bergesernya fungsi jam tangan pada umumnya yang hanya sebagai alat penunjuk waktu, namun sekarang dapat berubah sebagai alat hiburan yang instant karena kemajuan teknologi komunikasi.

Menurut saya sendiri, dengan hadirnya jam tangan yang dilengkapi dengan fasilitas mp4 ini, memang merupakan alternatif pilihan bagi seseorang dalam menikmati hiburan seperti menonton video sambil berjalan ataupun dalam mengendarai kendaraan. Selain bentuknya yang mewah, hanya orang-orang tertentu yang mungkin bisa memilikinya, mungkin dari golongan menengah ke atas, rasanya sangat bangga jika dapat memilikinya. Namun, mengingat adanya teknologi komunikasi yang lain yang selalu berkembang dengan pesatnya, menurut saya untuk dapat memilikinya harus memikirkan seribukali mengingat keadaan ekonomi Negara maupun penduduk Indonesia yang masih dibawah garis kemiskinan. Tujuannya bukan hanya semata-mata karena kecemburuan sosial yang akan muncul maupun tindakan-tindakan kriminal lainnya, namun juga harus memikirkan kembali kebutuhan lainnya yang lebih penting. Dengan kata lain mengutamakan kebutuhan pokok atau akan lebih baik digunakan untuk hal-hal lain yang lebih berguna dan penting. Selain itu menurut saja, fungsi jam tangan sebagai penunjuk waktu jika berfungsi ganda juga sebagai pemutar mp4, kurang efektif dan terlalu kompleks. Selain harga yang mahal, tidak banyak orang juga yang dapat mengoperasikannya apalagi memilikinya dan seperti yang sudah saya katakana diatas, hanya orang-orang tertentu sajalah yang dapat memilikinya, karena menurut saya teknologi komunikasi akan terus berkembang dengan sepat dan rasa kepuasan manusia tidak akan pernah mencapai titik nol.

Jika di atas adalah dibahas mengenai jam tangan yang dilengkapi dengan fasilitas mp4, sebenarnya masih banyak lagi teknologi komunikasi yng dapat dikatakan terbaru untuk saat ini apalagi bagi penduduk / masyarakat Indonesia. Penduduk yang notabene sering dikatakan sebagai masyarakat yang hanya dapat menikmati hasil ciptaan teknologi tinggi yang diciptakan dari luar negeri, sedangkan jarang sekali orang Indonesia yang mampu menciptakan sendiri teknologi komunikasi yang canggih. Alat komunikasi seperti handphone misalnya, setiap saat selalu muncul keluaran terbaru dari setiap produknya yang menawarkan berbagai fasilitas yang sangat lengkap. Menurut saya, hal semacam itu juga dapat dikatakan sebagai teknologi komunikasi terbaru.

Adanya persaingan bisnis yang sangat ketat di Indonesia karena mengingat ladang pasar / konsumen terbesar mengingat Negara Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki berpenduduk padat, sehingga ini juga merupakan sasaran yang empuk bagi para pebisnis apalagi di bidang media komunikasi. Ini juga merupakan salah satu alasan mengapa perkembangan teknologi komunikasi juga berkembang dengan pesatnya.

Handphone yang begitu lengkap fasilitas yang ditawarkan didalamnya, yang setiap saat mengalami kemajuan baik dalam segi kualitas maupun bentuknya juga dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang. Lagi-lagi seperti pada contoh jam tangan di atas, dapat juga menimbulkan atau merangsang tindakan-tindakan kriminal, tak menutup kemungkinanjuga digunakan sebagai alat untuk mendokumentasikan tindakan asusiala seperti contoh kasusu-kasus yang telah banyak diberitakan karena adanya handphone yang dilengkapi dengan fasilitas kamera video.

Adanya teknologi komunikasi yang selalu berkembang dengan pesat dan canggih, begitu besar membawa pengaruh bagi kehidupan, baik secara personal maupun secara umum. Semakin canggihnya teknologi komunikasi menurut saya semakin banyak juga orang yang mempergunakan teknologi / alat komunikasi tersebut untuk melakukan hal-hal yang menyimpang dari tindakan-tindakan wajar pada umumnya. Sehingga harus diimbangi pula dengan kesadaran yang tinggi bagaimana menggunakan teknologi komunikasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dan untuk tujuan-tujuan yang berguna sekalipun alat komunikasi yang canggih itu milik personal bukan hanya institusi.   KESIMPULAN DAN SARAN 

Munculnya teknologi komunikasi yang semakin canggih memang sangat memudahkan seseorag dalam melakukan komunikasi antar sesama baik dalam lingkup lokal maupun interlokal. Namun kehadirannya juga perlu kita perhatikan dari segi positif dan negatifnya. Tidak semua alat-alat komunikasi yang canggih tersebut dapat membantu kita dalam meyelesaikan tugas ataupun mencapai tujuan yang telah ditentukan. Selain itu tidak ada teknologi komunikasi yang akan berhenti begitu saja, pasti akan berubah dan berkembang seiring berjalannya waktu. Jadi teknologi komunikasi yang terbaru adalah teknologi yang kita anggap memiliki berbagai macam fungsi yang dapat mendukung tujuan-tujuan kita, tinggal bagaimana cara kita memandang dan menggunakan teknologi komunikasi tersebut. Teknologi komunikasi juga tidak terlepas dari tujuan ekonomi dari para pebisnis dalam menghadapi persaingan bisnis di negeri ini.

Saran yang bisa saya ungkapkan disini adalah agar setiap orang atau masyarakat dalam menerima / menanggapi perkembangan teknologi komunikasi yang berkembang dengan cepatnya, tidak hanya melihat dari segi positifnya semata, namun juga harus dipertimbangkan dari segi negatifnya, dampak apa saja yang akan diperoleh dari teknologi komunikasi tersebut. Tidak ada manusia yang akan merasa puas terhadap teknologi komunikasi yang muncul selalu canggih, kerena seiring berjalannya waktu, semuanya pasti akan berkembang lebih pesat lagi, sehingga titik kepuasan manusia tidak akan pernah mencapai titik nol.

  

DAFTAR PUSTAKA

§         http://www.elektroindonesia.com/elektro/khu36.html.

§         Bahan ajar kuliah PTK dari Pak Edwi.

UAS (JURNALISME ONLINE VS JURNALISME KONVENSIONAL)

January 16, 2008 by dwikurniakj05

 

Jurnalisme Online Versus Jurnalisme Konvensional

 

 

LATAR BELAKANG

 

Jurnalisme pada umumnya dapat diartikan sebagai kegiatan dalam mengumpulkan, menulis, menyunting dan menyebarkan berita kepada khalayak atau masyarakat luas. Jurnalisme tidak bisa dilepaskan dengan masalah media, karena media merupakan institusi sedangkan jurnalisme sendiri adalah seperangkat pengetahuan yang membahas seluk-beluk kegiatan yang memungkinkan institusi tersebut hadir dan berfungsi dalam masyarakat.

Kegiatan dalam jurnalisme itu sendiri pada intinya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas informasi., sedangkan media yang digunakan dapat berupa media cetak, maupun media elektronik. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, berita / informasi tidak hanya bisa kita dapatkan lewat media cetak seperti suratkabar, majalah, dsb maupun media elektronik seperti televisi dan radio, namun internet yang dipandang sebagai media interaktif juga dapat berfungsi sebagai media yang menyediakan berbagai informasi di dalamnya termasuk berita.

Dewasa ini, setiap orang bisa menulis berita dengan bebas melalui media internet. Baik yang merupakan wartawan sungguhan dan mempunyai lembaga resmi, maupun hanya wartawan “bo’ong-bo’ongan” yang merupakan personal individu yang tidak mempunyai lembaga resmi namun juga dapat menulis berita lewat internet. Rasa tidak puas akan informasi yang diperoleh masyarakat lewat media cetak maupun elektronik berupa televisi, serta kemudahan yang disediakan fasilitas internet untuk mengakses segala informasi dan menulis berita lewat internet, salah satunya adalah lewat situs weblog yang kita ketahui selama ini, menjadi salah satu penyebab munculnya apa yang disebut jurnalisme online yang kedudukannya dapat menggeser atau mempengaruhi jurnalisme tradisional atau konvensional tersebut.

Makalah ini akan berisi mengenai opini-opini saya mengenai keberadaan jurnalisme online, dimana keberadaannya dapat menggeser, mempengaruhi atau bahkan menjadi sebuah persaingan dengan media tradisional seperti media cetak dan media elektronik lainnya yang didalamnya menyajikan suatu jurnalisme konvensional.

 

PEMBAHASAN

 

Perkembangan tekhnologi komunikasi dan informasi di Indonesia saat ini memang berkembang dengan pesat, terutama di bidang elektronik. Kegiatan Jurnalisme saat ini pun bukan saja dilakukan melalui media cetak, namun dengan media elektronik juga telah hadir, dalam hal ini yang dimaksud adalah media internet atau e jurnalisme. Suatu kegiatan jurnalisme yang menggunakan komputer / internet sebagai media utamanya. Menurut saya hadirnya atau dengan adanya jurnalisme online ini sangat bagus sekali dengan perkembangan dunia jurnalistik pada umumnya. Kegiatan dalam mencari, mengumpulkan dan mengolah berita tidak hanya dilakukan dengan media cetak saja, namun dengan media internet juga dapat dilakukan, hal ini dapat memudahkan seorang jurnalis untuk dapat bekerja cepat dengan media internet tersebut. Selain berita yang ditampilkan bersifat fresh / selalu baru, pesan yang ditampilkan didalamnyapun bersifat menarik.

Dengan jurnalisme online ini, siapa saja dapat menulis berita dan melaporkan suatu kejadian atau peristiwa penting lewat internet tersebut. Memang untuk sebagian adalah merupakan lembaga resmi jurnalistik yang mempunyai situs sendiri dalam melaporkan berita-beritanya, namun untuk kalangan masyarakat / individu yang bukan “siapa-siapa” dalam arti bukan wartawan, bukan juga seorang editor maupun pekerja media, tetap dapat menuliskan berita lewat internet tersebut.

Pesta blogger yang terjadi di Indonesia, juga memunculkan wacana seputar citizen journalism ( jurnalisme warga ). Berkat kemajuan teknologi tersebut, dimulailah era baru dalam jurnalisme, yakni open source reporting. Sekarang, siapa saja bisa melaporkan apa saja yang dilihatnya, atau yang ingin dikatakannya. Berita, opini, reportase, sampai curhat yang sangat pribadi, semua bisa dibagi kepada yang lain. Tidak perlu menunggu wartawan menjemput dan tidak perlu menjadi somebody agar dilirik media.

Kondisi seperti ini, menurut saya sangat tidak nyaman sekali dipandang atau ditampilkan sebagai suatu berita lewat media internet tersebut. Kredibilitas jurnalis warga tersebut serta kualitas pelaporan perlu dipertanyakan. Mereka belum tentu mempunyai kemampuan yang benar-benar mendalam mengenai bagaimana penulisan berita yang baik serta aturan-aturan lain yang menyangkut dengan kode-kode etik jurnalistik.

Memang benar, adanya jurnalisme warga ini menambah wawasan dan kekayaan dalam dunia jurnalistik, namun dalam ruang beritanya sendiri, masih sangat banyak wartawan ataupun pewarta berita yang menulis asal-asalan, bias dalam melaporkan fakta, merekayasa data, dan mengedepankan sensasi demi kejaran oplah atau peringkat. Sedangkan citizen journalist sendiri, jika ingin serius jadi pewarta warga yang beritanya ditanggapi dengan baik, tidak bisa asal-asalan mem-publish. Apapun latar belakangnya, mereka seharusnya perlu melengkapi diri dengan amunisi seorang jurnalis pada umumnya. Kemampuan menulis, keteraturan berlogika, syukur-syukur bisa membangun integritas lewat komitmen pada publik. Dengan begitu adanya jurnalisme warga ini, bukan hanya menjadi sebuah “permainan” berita yang dapat menyestkan masyarakat / publik.

Media internet sendiri, sebagai suatu media baru (new media ), pada gilirannya juga telah menghadirkan sekian macam bentuk jurnalisme yang sebelumnya tidak kita kenal yaitu “jurnalisme warga” yang telah saya singgung tadi. Dengan biaya relatif murah, kini setiap pengguna internet pada dasarnya bisa menciptakan media tersendiri. Mereka dapat melakukan semua fungsi jurnalistik sendiri, mulai dari merencanakan liputan, meliput, menulis hasil liputan, mengedit tulisan, memuatnya dan menyebarkannya di berbagai situs internet atau di weblog yang tersedia gratis.

Dengan demikian, praktis sebenarnya semua orang yang memiliki akses terhadap internet sebenarnya bisa menjadi “jurnalis dadakan” meski tentu saja kualitas jurnalistik mereka masih bisa diperdebatkan. Yang jelas, orang tersebut tidak dituntut harus lulusan sarjana Ilmu Komunikasi atau sekolah jurnalistik untuk menjadi seorang “jurnalis dadakan” di dunia maya tersebut. Sebagai contoh, seinget dan setahu saya, berita pertama soal bencana Tsunami di Aceh pada Desember 2005 yang lalu, justru muncul dan diketahui publik lewat blog pribadi di internet, jadi tidak melalui saluran-saluran media yang konvensional. Dapat dikatakan, kehadiran jurnalisme warga ini juga telah menjadi tantangan bagi jenis “jurnalisme mapan” yang diterapkan di media-media konvensional seperti suratkabar, majalah, radio dan televisi.

Dengan jurnalisme online ini, menurut saya memang menguntungkan bagi beberapa pihak saja namun tidak untuk semua masyarakat yang tidak mengetahui dan tidak mengerti tentang keberadaan jurnalisme online tersebut ( belum dapat dikatakan efektif ). Di lain sisi, kemunculan jurnalisme online memang memudahkan kerja wartawan atau pekerja media dalam menyampaikan berita-beritanya, namun masih banyak juga kekurangan-kekurangan yang ada dalam jurnalisme online tersebut.

Selain hal-hal yang saya utarakan tersebut di atas, keberadaan jurnalisme online jika dibandingkan dengan jurnalisme konvensional jelas berbeda sekali. Dalam jurnalisme konvensional, mengandung unsur-unsur seperti Timelines atau termassa, Proximity atau kedekatan, Impact atau dampak, Magnitude, Conflict, Kemajuan, dan Manusiawi. Para jurnalis dalam jurnalisme konvensial ini juga hanya dibekali dengan pengetahuan yang elementer dan dikenal dengan 5W + 1H. Berita dianggap elementer bila didalamnya terdapat what, who, when, where, why, dan how. Serta dalam jurnalisme konvensional ini baru memaparkan reportase faktual, bersifat linier dan hanya dari satu dimensi saja. Penulisan berita jurnalisme konvensional ini juga menganut sistem piramida terbalik, diawali dengan berita-berita yang penting dan hingga akhirnya berita yang kurang penting / tidak penting.

Dengan pengertian yang sederhana semacam itu, bisa dikatakan bahwa jurnalisme konvensional adalah jurnalisme yang mendasar dan “manual” serta menurut kaidah-kaidah yang berlaku. Jurnalisme konvensional yang hanya memaparkan reportase faktual dan bersifat linier serta hanya dari satu dimensi saja, ini berarti berita yang ditampilkan atau disuguhkan benar-benar sebuah berita yang mendalam. Wartawan selain terjun / turun langsung ke lapangan, mereka juga memiliki ketrampilan serta kemampuan tertentu dalam mengolah fakta menjadi sebuah berita.

Berbeda sekali dengan jurnalisme online, pelaku / wartawan media online tidak harus selalu turun ke lapangan untuk mendapatkan berita, serta proses yang dilakukan dalam menyampaikan berita melalui media internet, tidak serumit seperti yang terjadi dalam jurnalisme konvensional misalnya saja media cetak seperti suratkabar maupun televisi. Kemampuan tekhnis yang dimiliki seorang pekerja media konvensional tidak hanya terbatas pada pengolahan kata-kata / fakta menjadi sebuah berita, tetapi juga penggunaan atau pengoperasian alat-alat teknis seperti kamera dsb juga teruji, tidak seperti pada jurnalisme online yang selain benyaknya wartawan “amatiran / dadakan”, mereka juga belum tentu memiliki kemampuan dan ketrampilan seperti yang dimiliki pekerja media konvensional.

Dalam jurnalisme konvensional, wartawan juga dituntut untuk memiliki kemampuan / kepekaan terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan. Perjuangan serta proses yang dilakukan dalam mencari, mengolah sampai menyebarkan berita juga tidak semudah dan se-simple seperti yang terjadi dalam jurnalisme online.

Unsur-unsur yang ada dalam jurnalisme konvensionalpun, belum tentu tercantum juga dalam jurnalisme online. Kelengkapan berita, penyusunan / pemilihan kalimat dalam berita, serta tahapan-tahapan dalam mendapatkan dan menulis berita juga sangat berbeda sekali. Menurut saya, walaupun jurnalisme konvensional adalah suatu jurnalisme yang bisa dikatakan sebagai jurnalisme yang “manual” atau tua, serta media yang digunakan tidak terlalu “mewah” seperti internet, namun keberadaannya perlu diakui dan diacungi jempol sebagai suatu jurnalisme yang telah mendasar, pertama dibandingkan dengan jurnalisme online.

Di Indonesia sendiri, sangat disayangkan bahwa peran pemerintah dalam menanggapi keberadaan media jurnalisme ini, perhatiannya sangat minim sekali. Jangankan jurnalisme online, yang merupakan media baru yang berkembang di masyarakat, jurnalisme konvensional yang lebih dulu ada saja, keberadaannya kurang sekali mendapat perhatian dari pemerintah.

Adanya jurnalisme konvensional ini, sangat membantu masyarakat / publik dalam memenuhi kebutuhannya dalam mendapatkan informasi, terutama bagi masyarakat yang tidak begitu bisa menggunakan media internet ( jurnalisme online ) tersebut. Walaupun publik merupakan pemirsa / penonton yang pasif dalam mendapatkan informasi, karena hanya bersifat satu arah saja tidak seperti pada jurnalisme online, namun jurnalisme konvensional selalu berusaha menyuguhkan berita atau informasi penting bagi masyarakat yang penyampainnya juga faktual serta menurut kaidah-kaidah jurnalisme.

Kemunculan atau keberadaan jurnalisme online, menurut saya keudukannya juga tidak dapat menggeser jurnalisme konvensional. Justru dengan adanaya kedua jenis jurnalisme tersebut, dapat menambah keberagaman serta wawasan dalam dunia jurnalisme serta saling melengkapi antar keduanya.

KESIMPULAN DAN SARAN

 

Jurnalisme online dan jurnalisme konvensional memang merupakan jurnalisme yang mempunyai perbedaan yang sangat mendasar, baik dari media yang digunakan, pelaku atau pekerja didalamnya, hingga penyusunan serta penampilan pesannya yang juga berbeda, namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Keberadannya tidak bisa dikatakan sebagai media yang berlawanan atau saling berkompetisi, namun juga sebagai media yang dapat saling melengkapi dalam kegiatan jurnalistik atau dalam dunia jurnalisme.

Kehadiran kedua jenis jurnalisme tersebut pada intinya memiliki tujuan yang sama, yakni berusaha untuk memenuhi kebutuhan atau menyajikan informasi atau berita yang penting bagi masrayakat atau khalayak luas. Namun cara, sistem yang digunakan adalah berbeda, serta penyajiannya, menjadikan kedua jurnalisme tersebut terlihat sebagai sebuah jurnalisme atau media jurnalisme yang saling berkompetisi atau bersaing. Sebagai pengonsumsi media / berita sebaiknya dapat memilih saluran yang benar-benar dianggap efektif serta dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi masing-masing individu tersebut.

Saran yang bisa saya ungkapkan, sebaiknya para pelaku / pekerja media dalam kedua jurnalisme tersebut lebih memperhatikan dampak-dampak yang akan terjadi serta baik buruknya jika mereka menampilkan atau menyajikan sebuah berita atau informasi kepada khalayak luas, serta peran pemerintah dalam menanggapi keberadaan media jurnalisme di Indonesia, agar lebih diperhatikan lagi.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

e-gov

December 17, 2007 by dwikurniakj05

dwi kurnia rohmawati

153050041/B 

Analisis e-goverment Pemerintah Kabupaten Sleman

Perkembangan era komunikasi dan teknologi sekarang ini mempengaruhi beberapa pihak, termasuk Pemerintah di dalamnya. Salah satu bentuk dari adanya perkembangan era komunikasi dan teknologi adalah munculnya e-goverment. Pemerintahan elektronik atau e-government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.

Saat ini sudah banyak pemerintahan daerah yang menggunakan e-goverment. Salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Sleman yang beralamat di http://www.slemankab.go.id. Namun, ada baiknya pula jika pemerintah daerah menyelesaikan masalah yang lebih substansial dalam penerapan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dengan jumlah SDM yang banyak dan tidak mempunyai kompetensi yang tepat dalam aplikasi tekhnologi informasi justru akan menambah biaya operasional pemerintahan karena untuk maintenance website perlu biaya yang besar. Jadi, menurut saya ada banyak hal yang harus diperhatikan pemerintah daerah sebelum menerapkan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Berikut ini adalah penilaian saya mengenai situs e-government Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman.

a)      Sisi “selayang pandang” (sejarah, motto daerah, lambang dan arti lambang, lokasi dalam bentuk peta, visi dan misi).

·         Situs ini sudah berisi sejarah Kabupaten Sleman secara lengkap. Bahkan sejarah Kabupaten Sleman ini dibagi ke dalam beberapa periode. Yang masing-masing periode, menjelaskan secara runtut dan gamblang mengenai sejarah Kabupaten Sleman.

·         Melalui situs ini, kita juga bisa melihat lokasi dari Kabupaten Sleman dilihat dari peta provinsi Yogyakarta secara keseluruhan

·         Visi dan misi dari Kabupaten Sleman juga bisa kita temukan pada situs e-goverment ini.

·         Lambang dan arti lambang pun bisa kita ketahui secara jelas karena tercantum di e-goverment Kabupaten Sleman ini.

b)      Pemerintahan Daerah

·         Struktur Organisasi dari Pemerintah Kabupaten Sleman terpapar jelas di situs e-goverment ini. Masing-masing Kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sleman juga menyertakan struktur organisasinya.

·         Banyaknya Pegawai Pemerintah Daerah menurut Instansi dan Pendidikan di Kabupaten Sleman, juga bisa kita temukan di situs e-goverment Pemerintah Kabupaten Sleman ini

·         Nama Bupati dan Wakil Bupati tercantum di situs ini. Hanya saja nomor telepon atau alamat e-mail untuk menghubungi keduanya secara pribadi tidak tercantum di sini. Biodata ataupun profil juga tidak tercantum.

·         Alamat yang ada pada situs ini adalah alamat instansi-instansi di Kabupaten Sleman dan nomor telepon penting di Kabupaten Sleman.

c)      Geografi

·         Keadaan topografi wilayah Sleman bisa kita ketahui dari situs ini, seperti ketinggian dari kabupaten Sleman, kemiringan lahannya, iklim,dan tata guna tanah.

·         Letak dan Luas wilayah Kabupaten Sleman secara geografis juga telah tercantum dalam situs ini.

·         Keadaan sosial dan ekonomi, budaya dari kabupaten Sleman juga tercantum seperti keberadaan industrinya, komposisi agama,laporan bantuan-bantuan sosial yang pernah diberikan, dsb.

·         Data- data yang ada berasal dari instansi yang berwenang.

d)     Peta Wilayah dan Sumber Daya

·         Pembagian wilayah Kabupaten Sleman secara administratif juga tercantum. Hanya saja data yang ada tersebut hanya berupa tabel. Sumber dari data ini pun tidak begitu jelas.

·         Pada situs ini juga mencantumkan Pembagian wilayah Kabupaten Sleman berdasarkan karakteristik sumber daya yang ada, berdasarkan jalur lintas daerah, dan juga berdasarkan pusat-pusat pertumbuhan wilayah Kabupaten Sleman. Hanya saja data ini tidak didukung dengan sumber data yang bisa dipertanggungjawabkan (misalnya instansi pemerintah).

·         Sumber daya seperti industri, pertambangan, realisasi ekspor, komoditi, dan perdagangan di Kabupaten Sleman juga tercantum di situs e-govement ini. Data-data ini diambil dari sumber yang terkait dan berwenang.

e)      Peraturan / Kebijakan Daerah

·         Penjelasan mengenai Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah bersangkutan sudah ada pada situs ini.

·         Seperti penjelasan mengenai annual report pada tahun 2005 , Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tahun 2005, Informasi Pengadaan barang / jasa, dsb.

·         Program-program kerjasama antara Pemerintah Sleman dengan Instansi lain (contohnya CLGI) juga dicantumkan di situs e-goverment ini.

f)       Ekstra

·         Dalam situs e-goverment ini juga terdapat sub-domain. Yang berisi situs-situs lain yang berhubungan dengan Kabupaten Sleman. Seperti contohnya pada sub-domain pariwisata, kita akan langsung bisa melihat situs lainnya yang memberiakn informasi secara lebih detail lagi tentang pariwisata di Kabupaten Sleman.

·         Informasi penting lainnya juga ada di situs ini. Seperti jadwal kereta, alamat hotel, dsb.

·         Situs e-goverment Kabupaten Sleman ini juga menyediakan fasilitas e-learning. Yang isinya juga sangat lengkap. Situs e-learning ini disediakan sesuai jenjang pendidikan.

·         Agenda-agenda dari Pemerintah Kabupaten Sleman juga ditampilkan pada situs e-goverment ini.

·         Akses menuju situs ini sudah mudah dan akses juga sudah cepat, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui informasi-informasi apa saja yang ada pada situs e-goverment ini.

·         Situs e-goverment ini juga mempunyai link dengan situs-situs lainnya seperti, www.indonesia.go.id , www.kpu.go.id , www.mpr.go.id , www.dpr.go.id , dsbnya.

·         Situs ini juga dilengkapi dengan sarana interaktif, seperti buku tamu, surat warga dan forum diskusi.

Secara keseluruhan keberadaan situs ini sudah membantu masyarakat Kabupaten Sleman untuk memperoleh informasi tentang pemerintah daerah khususnya Kabupaten Sleman itu sendiri, selain itu masyarakat kabupaten Sleman juga dapat langsung menyampaikan kritikan ataupun penilaian (aspirasi) mereka, terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman lewat situs e-government ini.

     

Daftar pustaka :

*     http://www.kompas.com/kompas-cetak/0611/06/jateng/43738.htm.

*      http://www.slemankab.go.id. 

tugas UTS kontem

November 13, 2007 by dwikurniakj05

Tugas Mid Semester

Dwi Kurnia Rohmawati153050041/B

DwiKurniakj05 (WordPress)

KOMUNIKASI KLASIK Vs KOMUNIKASI VIRTUAL

  1. Bandingkan dan analisislah perbedaan, kekurangan, kelebihan antara konsep, unsur dan  model komunikasi virtual ( email, chatting dan web) dengan model klasik. Berikan pula penilaian anda terhadap 3 model tersebut !
  2. Apa perbedaan antara komunitas virtual dengan pengertian komunitas dalam konteks sosiologis ? Bagaimana perbedaan dalam hal interaksi dan komunikasi di antara dua komunitas yang berbeda itu ?

1. Perbedaan, kekurangan dan kelebihan antara konsep, unsur, dan model komunikasi virtual (e-mail, chatting, dan web) dengan model komunikasi klasik.

a)                   E-mail

Komunikasi yang asinkronis, artinya pengirim pesan dan penerima pesan tidak berada pada tempat dan waktu yang bersamaan, tidak ada sumber pesan, namun pesan dalam e-mail merupakan pengejawantahan needs motif interaksi dan korespondensif dari pengirim pesan yaitu “sender’. Untuk berinteaksi menggunakan e-mail, harus didorong oleh motivasi terlebih dahulu.

Kelebihan menggunakan fasilitas e-mail dalam berkomunikasi :

·         Umumnya pengirim dan penerima pesan sudah saling mengenal, kalaupun tidak saling mengenal setidaknya pengirim pesan memiliki kepentingan tertentu terhadap penerima pesan.

·         Komunikasi dapat dilakukan dari satu orang ke orang lain atau dari satu orang ke sekelompok orang dan sebaliknya.

·         Proses komunikasi melalui e-mail bersifat terbuka dan tidak tertutup.

Kekurangan :

  • Penerima pesan / resipient tidak langsung bisa menerima pesan yang dikirim kepadanya jika tidak dalam kondisi on line, dan feedback dapat terjadi jika terdapat motivasi dari penerima pesan untuk melakukan pengiriman pesan balik / reply. 

  •  Pemahaman terhadap isi pesan tergantung pada “keterbacaan dan diksi”, artinya evektifitas penyampaian pesan antara sender dengan resipient akan tergantung pada prinsip-prinsip semantic.

  • Isi pesan dalam e-mail cenderung tidak memiliki makna penting, hanya terbatas pada penyampaian informasi untuk kepentingan interaksi informative dan korespondensif.

  • Sampainya pesan bisa tidak tepat waktu karena adanya hambatan mekanis internet “disconnect atau server down”

  • Sering terjadinya kesalahan persepsi dan pemberian makna pada pesan yang diterima karena tidak adanya petunjuk para linguistic ataupun petunjuk posemik (tinjauan psikologis).  

b)                 Via Internet Relay Chat

Membutuhkan syarat antara pengirim pesan penerima pesan masing-masing berada dalam kondisi on line, dan jenis komunikasi ini adalah synchronous communications (komunikasi sinkronis) yaitu antara pengirim dan penerima pesan berada pada waktu yang sama dalam aktivitas komunikasinya sehingga dapat terjadi pertukaran peran secara bergantian antara pengirim dan penerima pesan

Kelebihan menggunakan fasilitas IRc :

·         Komunikator dapat mengirimkan pesan yang berlainan kepada komunikan lain yang berbeda tempatnya atau berbeda channelnya dalam waktu yang hampir bersamaan.

·         Penggunaan kata / bahasa yang menarik dalam “keterbacaan dan diksi “ serta orientasi pada minat yang sama akan meningkatkan intimacy para peserta komunikasi walaupun antar pelaku komunikasi belum saling mengenal.

Kekurangan :

·         Kontinyuitas dalam berkomunikasi tergantung oleh motivasi, keingintahuan serta suasana emosional masing-masing person yang terlibat dalam komunikasi.

·         Tidak adanya petunjuk paralinguistik dan posemik dalam ekspresi kata-kata dalam huruf, menyebabkan kesalahan persepsi terhadap pesan sehingga memungkinkan terjadinya konflik antara person peserta komunikasi.

·         Tidak kemengertian bahasa, jika channel yang dimasuki domain wilayah luar negeri menyebabkan kendala dalam berinteraksi.

·         Adanya disconnect / server down.

·         Sifat komunikasi tertutup, karena tidak adanya kontak fisik / kejelasan untuk mengenal pribadi masing-masing person pengguna.

·         Feedback dalam IRc adalah sebagai tanggapan dalam awal komunikasi.

c)      Via Website

Kelebihan menggunakan fasilitas Via Website

·         Isi pesan informasinya lengkap dan detail serta memiliki penawaran interaktif melalui umpan balik melalui e-mail.

·         Komunikan identik dengan komunikan media massa klasik lainnya, bersifat heterogen, tersebar di berbagai tempat, tidak dikenali dan bersifat massal serta komunikan dalam komunikasi melalui website ini bersifat aktif.

·         Komunikan dapat memilih langsung informasi yang diinginkan serta mencari link-link / kaitan-kaitan informasi di dalamnya.

Kekurangan :

·         Adanya hambatan mekanis server down, disconnect, dan connection failed, tidak terjadinya koneksi antara computer user (pengguna) dengan jaringan internet.

·         Hambatan bahasa teknik, ketidaktahuan user untuk mengeksplorasi suatu web melalui icon-icon yang terdapat dalam web.

·         Tidak match / cocoknya permintaan user melalui fasilitas query, akibat ketidaktepatan penulisan keywords atau kata kunci.

·         Keterbatasan informasi yang rigid dalam web, menyebabkan ketidakpuasan user (pengguna).

d)     Model Komunikasi Klasik

Kelebihan dalam komunikasi klasik antara lain :

·         Pelaku komunikasi saling mengenal, sehingga sifat komunikasinya terbuka.

·         Pesan yang disampaikan melalui komunikasi klasik akan lebih dapat dipercaya karena terdapatnya ekspresi langsung baik dari komunikator maupun komunikan dan prtunjuk nyata linguistik maupun posemik dari para pelaku komunikasi.

·         Tidak menuntut adanya pengetahuan / kemampuan intelegensi yang mendalam mengenai teknik-tekhnik atas media yang digunakan dalam berkomunikasi.

·         Feedbacknya dapat diterima secara langsung dan kemungkinan adanya noise / gangguan dalam berkomunikasi sangat kecil.

·         Penyampaian pesan bukan hanya disampaikan secara verbal saja namun juga secara non verbal.

Kekurangan :

·         Pelaku komunikasi klasik bersifat pasif

·         Tidak adanya link / pilihan channel dalam komunikasi menyebabkan terbatasnya informasi yang didapat.

·         Tidak dapat memilih komunikan yang terpisah oleh jarak, ruang, waktu dan tempat yang berjauhan.

·         Tidak ada variasi dalam menyampaikan pesan.

  

Penilaian saya mengenai ketiga model komunikasi virtual ( e-mail, IRc, dan website ) :

Dalam ketiga model komunikasi virtual tersebut memang memudahkan seseorang atau sekelompok orang untuk berkomunikasi / berinteraksi dan untuk mendapatkan informasi melalui internet, namun dalam kehidupan nyata, adanya fasilitas ketiga model komunikasi virtual yang menggunakan media internet / komputer sebagai media utamanya tersebut, tidak semua masyarakat Indonesia mampu / memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer. Sehingga komunikasi virtual ini hanya terbatas pada orang-orang tertentu saja, orang-orang yang memiliki kemampuan / intelegensi yang cukup tinggi dalam mengoperasikan komputer dan orang – orang yang memiliki ekonomi menengah ke atas saja yang dapat menggunakan fasilitas / model komunikasi virtual ini. Memang, adanya model komunikasi virtual ini adalah merupakan salah satu kemajuan tekhnologi dalam berkomunikasi, namun seperti pendapat saya di awal, hanya sebatas orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan dan motivasi saja untuk menggunakan model komunikasi seperti ini. Selain itu banyak juga kekurangan-kekurangan serta dampak negatif yang ditimbulkan dari komunikasi virtual tersebut. Adanya komunikan dan komunikator yang tidak jelas /  tidak saling mengenal juga dapat menyebabkan informasi / pesan yang diterima tidak dapat dipertanggungjawabkan atau dipercaya. Luasnya / banyaknya informasi yang disediakan oleh fasilitas internet dalam komunikasi virtual dan para pelaku komunikasi yang aktif, yang dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi juga memungkinkan pelaku komunikasi untuk bertindak diluar kesadaran manusia. Proses komunikasi / berinteraksi tidak selalu lancar, karena adanya gangguan dalam komputer yang disconnect, sehingga menjadikan proses komunikasi terhambat / tertunda. Hal negatif lainnya yaitu menyebabkan rendahnya budaya membaca, karena orang / komunitas virtual dalam mendapatkan informasi cenderung mencari cara cepat / pintas. Intinya, penggunaan komunikasi virtual dalam kehidupan sehari-hari akan berlangsung / dapat terjadi secara efektif tergantung dari motif dan motivasi dari para pelaku komunikasinya.

2. Perbedaan antara komunitas virtual dengan pengertian komunitas dalam konteks sosiologis, serta perbedaan dalam hal interaksi dan komunikasi diantara kedua komunitas yang berbeda tersebut.

 

Komunitas virtual :

Dapat diartikan sebagai sekelompok orang-orang yang berkomunikasi dengan menggunakan media komputer / internet sebagai media utama / dalam dunia maya, karena dalam komunikasi ini, orang-orang / sekumpulan orang tersebut tidak semuanya saling mengenal. Walaupun sudah mengenal dan tahu identitas mereka melalui internet, namun belum tentu itu semua identitas yang asli, dan dalam komunikasi ini antara pengirim dan penerima pesan walaupun komunikasinya secara langsung, namun tidak bertatap muka secara langsung dan tidak ada kedekatan emosional diantara keduanya sehingga komunikasi yang berlangsung seolah tidak ada ekspresi dan sulit dipertanggungjawabkan.

 

Komunitas dalam konteks sosiologis :

Jika dalam komunitas virtual media yang digunakan lebih ke komputer atau internet, dalam konteks sosiologis ini lebih ke sekumpulan orang yang saling berkomunikasi dengan bertatap muka secara langsung dan memiliki kedekatan emosi diantara para pelaku komunikasi. Selain itu antara pelaku komunikasi sudah saling mengenal sehingga komunikasi yang berlangsung lebih bersifat nyata.

Perbedaan dalam hal interaksi dan komunikasi diantara keduanya :

            Dalam komunikasi virtual, interaksi dan komunikasinya dilakukan melalui layanan jaringan internet yang mengharuskan para pelaku komunikasinya mampu mengoperasikan komputer. Komunikasinya berlangsung secara terbuka namun hanya dalam konteks isi saja, dan komunikator dalam komunikasi virtual ini juga dapat beralih peran sebagai komunikan dan sebaliknya. Sedangkan komunikasi dalam konteks sosiologis, komunikasi bersifat terbuka tidak hanya dalam konteks isi saja, namun juga dalam hal kedekatan emosional diantara pelaku komunikasinya juga dapet. Namun dalam interaksi ini, seorang komunikator tidak bias beralih peran menjadi komunikan juga.

Daftar Pustaka :

Bahan-bahan dari pak Edwi

Pikiran Sendiri

   

tugas UTS kontem

November 13, 2007 by dwikurniakj05

Tugas Mid Semester

Dwi Kurnia Rohmawati153050041/B

DwiKurniakj05 (WordPress)

KOMUNIKASI KLASIK Vs KOMUNIKASI VIRTUAL

  1. Bandingkan dan analisislah perbedaan, kekurangan, kelebihan antara konsep, unsur dan  model komunikasi virtual ( email, chatting dan web) dengan model klasik. Berikan pula penilaian anda terhadap 3 model tersebut !
  2. Apa perbedaan antara komunitas virtual dengan pengertian komunitas dalam konteks sosiologis ? Bagaimana perbedaan dalam hal interaksi dan komunikasi di antara dua komunitas yang berbeda itu ?

1. Perbedaan, kekurangan dan kelebihan antara konsep, unsur, dan model komunikasi virtual (e-mail, chatting, dan web) dengan model komunikasi klasik.

a)                   E-mail

Komunikasi yang asinkronis, artinya pengirim pesan dan penerima pesan tidak berada pada tempat dan waktu yang bersamaan, tidak ada sumber pesan, namun pesan dalam e-mail merupakan pengejawantahan needs motif interaksi dan korespondensif dari pengirim pesan yaitu “sender’. Untuk berinteaksi menggunakan e-mail, harus didorong oleh motivasi terlebih dahulu.

Kelebihan menggunakan fasilitas e-mail dalam berkomunikasi :

·         Umumnya pengirim dan penerima pesan sudah saling mengenal, kalaupun tidak saling mengenal setidaknya pengirim pesan memiliki kepentingan tertentu terhadap penerima pesan.

·         Komunikasi dapat dilakukan dari satu orang ke orang lain atau dari satu orang ke sekelompok orang dan sebaliknya.

·         Proses komunikasi melalui e-mail bersifat terbuka dan tidak tertutup.

Kekurangan :

  • Penerima pesan / resipient tidak langsung bisa menerima pesan yang dikirim kepadanya jika tidak dalam kondisi on line, dan feedback dapat terjadi jika terdapat motivasi dari penerima pesan untuk melakukan pengiriman pesan balik / reply.
  • Pemahaman terhadap isi pesan tergantung pada “keterbacaan dan diksi”, artinya evektifitas penyampaian pesan antara sender dengan resipient akan tergantung pada prinsip-prinsip semantic.
  • si pesan dalam e-mail cenderung tidak memiliki makna penting, hanya terbatas pada penyampaian informasi untuk kepentingan interaksi informative dan korespondensif.
  • Sampainya pesan bisa tidak tepat waktu karena adanya hambatan mekanis internet “disconnect atau server down”
  • Sering terjadinya kesalahan persepsi dan pemberian makna pada pesan yang diterima karena tidak adanya petunjuk para linguistic ataupun petunjuk posemik (tinjauan psikologis).  

b)                 Via Internet Relay Chat

Membutuhkan syarat antara pengirim pesan penerima pesan masing-masing berada dalam kondisi on line, dan jenis komunikasi ini adalah synchronous communications (komunikasi sinkronis) yaitu antara pengirim dan penerima pesan berada pada waktu yang sama dalam aktivitas komunikasinya sehingga dapat terjadi pertukaran peran secara bergantian antara pengirim dan penerima pesan

Kelebihan menggunakan fasilitas IRc :

·         Komunikator dapat mengirimkan pesan yang berlainan kepada komunikan lain yang berbeda tempatnya atau berbeda channelnya dalam waktu yang hampir bersamaan.

·         Penggunaan kata / bahasa yang menarik dalam “keterbacaan dan diksi “ serta orientasi pada minat yang sama akan meningkatkan intimacy para peserta komunikasi walaupun antar pelaku komunikasi belum saling mengenal.

Kekurangan :

·         Kontinyuitas dalam berkomunikasi tergantung oleh motivasi, keingintahuan serta suasana emosional masing-masing person yang terlibat dalam komunikasi.

·         Tidak adanya petunjuk paralinguistik dan posemik dalam ekspresi kata-kata dalam huruf, menyebabkan kesalahan persepsi terhadap pesan sehingga memungkinkan terjadinya konflik antara person peserta komunikasi.

·         Tidak kemengertian bahasa, jika channel yang dimasuki domain wilayah luar negeri menyebabkan kendala dalam berinteraksi.

·         Adanya disconnect / server down.

·         Sifat komunikasi tertutup, karena tidak adanya kontak fisik / kejelasan untuk mengenal pribadi masing-masing person pengguna.

·         Feedback dalam IRc adalah sebagai tanggapan dalam awal komunikasi.

 

            c)      Via Website

Kelebihan menggunakan fasilitas Via Website

·         Isi pesan informasinya lengkap dan detail serta memiliki penawaran interaktif melalui umpan balik melalui e-mail.

·         Komunikan identik dengan komunikan media massa klasik lainnya, bersifat heterogen, tersebar di berbagai tempat, tidak dikenali dan bersifat massal serta komunikan dalam komunikasi melalui website ini bersifat aktif.

·         Komunikan dapat memilih langsung informasi yang diinginkan serta mencari link-link / kaitan-kaitan informasi di dalamnya.

Kekurangan :

·         Adanya hambatan mekanis server down, disconnect, dan connection failed, tidak terjadinya koneksi antara computer user (pengguna) dengan jaringan internet.

·         Hambatan bahasa teknik, ketidaktahuan user untuk mengeksplorasi suatu web melalui icon-icon yang terdapat dalam web.

·         Tidak match / cocoknya permintaan user melalui fasilitas query, akibat ketidaktepatan penulisan keywords atau kata kunci.

·         Keterbatasan informasi yang rigid dalam web, menyebabkan ketidakpuasan user (pengguna).

d)     Model Komunikasi Klasik

Kelebihan dalam komunikasi klasik antara lain :

·         Pelaku komunikasi saling mengenal, sehingga sifat komunikasinya terbuka.

·         Pesan yang disampaikan melalui komunikasi klasik akan lebih dapat dipercaya karena terdapatnya ekspresi langsung baik dari komunikator maupun komunikan dan prtunjuk nyata linguistik maupun posemik dari para pelaku komunikasi.

·         Tidak menuntut adanya pengetahuan / kemampuan intelegensi yang mendalam mengenai teknik-tekhnik atas media yang digunakan dalam berkomunikasi.

·         Feedbacknya dapat diterima secara langsung dan kemungkinan adanya noise / gangguan dalam berkomunikasi sangat kecil.

·         Penyampaian pesan bukan hanya disampaikan secara verbal saja namun juga secara non verbal.

Kekurangan :

·         Pelaku komunikasi klasik bersifat pasif

·         Tidak adanya link / pilihan channel dalam komunikasi menyebabkan terbatasnya informasi yang didapat.

·         Tidak dapat memilih komunikan yang terpisah oleh jarak, ruang, waktu dan tempat yang berjauhan.

·         Tidak ada variasi dalam menyampaikan pesan.

  

Penilaian saya mengenai ketiga model komunikasi virtual ( e-mail, IRc, dan website ) :

Dalam ketiga model komunikasi virtual tersebut memang memudahkan seseorang atau sekelompok orang untuk berkomunikasi / berinteraksi dan untuk mendapatkan informasi melalui internet, namun dalam kehidupan nyata, adanya fasilitas ketiga model komunikasi virtual yang menggunakan media internet / komputer sebagai media utamanya tersebut, tidak semua masyarakat Indonesia mampu / memiliki kemampuan untuk mengoperasikan komputer. Sehingga komunikasi virtual ini hanya terbatas pada orang-orang tertentu saja, orang-orang yang memiliki kemampuan / intelegensi yang cukup tinggi dalam mengoperasikan komputer dan orang – orang yang memiliki ekonomi menengah ke atas saja yang dapat menggunakan fasilitas / model komunikasi virtual ini. Memang, adanya model komunikasi virtual ini adalah merupakan salah satu kemajuan tekhnologi dalam berkomunikasi, namun seperti pendapat saya di awal, hanya sebatas orang-orang tertentu yang memiliki kemampuan dan motivasi saja untuk menggunakan model komunikasi seperti ini. Selain itu banyak juga kekurangan-kekurangan serta dampak negatif yang ditimbulkan dari komunikasi virtual tersebut. Adanya komunikan dan komunikator yang tidak jelas /  tidak saling mengenal juga dapat menyebabkan informasi / pesan yang diterima tidak dapat dipertanggungjawabkan atau dipercaya. Luasnya / banyaknya informasi yang disediakan oleh fasilitas internet dalam komunikasi virtual dan para pelaku komunikasi yang aktif, yang dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi juga memungkinkan pelaku komunikasi untuk bertindak diluar kesadaran manusia. Proses komunikasi / berinteraksi tidak selalu lancar, karena adanya gangguan dalam komputer yang disconnect, sehingga menjadikan proses komunikasi terhambat / tertunda. Hal negatif lainnya yaitu menyebabkan rendahnya budaya membaca, karena orang / komunitas virtual dalam mendapatkan informasi cenderung mencari cara cepat / pintas. Intinya, penggunaan komunikasi virtual dalam kehidupan sehari-hari akan berlangsung / dapat terjadi secara efektif tergantung dari motif dan motivasi dari para pelaku komunikasinya.

2. Perbedaan antara komunitas virtual dengan pengertian komunitas dalam konteks sosiologis, serta perbedaan dalam hal interaksi dan komunikasi diantara kedua komunitas yang berbeda tersebut.

Komunitas virtual :

Dapat diartikan sebagai sekelompok orang-orang yang berkomunikasi dengan menggunakan media komputer / internet sebagai media utama / dalam dunia maya, karena dalam komunikasi ini, orang-orang / sekumpulan orang tersebut tidak semuanya saling mengenal. Walaupun sudah mengenal dan tahu identitas mereka melalui internet, namun belum tentu itu semua identitas yang asli, dan dalam komunikasi ini antara pengirim dan penerima pesan walaupun komunikasinya secara langsung, namun tidak bertatap muka secara langsung dan tidak ada kedekatan emosional diantara keduanya sehingga komunikasi yang berlangsung seolah tidak ada ekspresi dan sulit dipertanggungjawabkan.

Komunitas dalam konteks sosiologis :

Jika dalam komunitas virtual media yang digunakan lebih ke komputer atau internet, dalam konteks sosiologis ini lebih ke sekumpulan orang yang saling berkomunikasi dengan bertatap muka secara langsung dan memiliki kedekatan emosi diantara para pelaku komunikasi. Selain itu antara pelaku komunikasi sudah saling mengenal sehingga komunikasi yang berlangsung lebih bersifat nyata.

 

Perbedaan dalam hal interaksi dan komunikasi diantara keduanya :

            Dalam komunikasi virtual, interaksi dan komunikasinya dilakukan melalui layanan jaringan internet yang mengharuskan para pelaku komunikasinya mampu mengoperasikan komputer. Komunikasinya berlangsung secara terbuka namun hanya dalam konteks isi saja, dan komunikator dalam komunikasi virtual ini juga dapat beralih peran sebagai komunikan dan sebaliknya. Sedangkan komunikasi dalam konteks sosiologis, komunikasi bersifat terbuka tidak hanya dalam konteks isi saja, namun juga dalam hal kedekatan emosional diantara pelaku komunikasinya juga dapet. Namun dalam interaksi ini, seorang komunikator tidak bias beralih peran menjadi komunikan juga.

   

TUGAS KOMUNIKASI KONTEMPORER

October 2, 2007 by dwikurniakj05

 

Komunikasi Interaktif

 

 

Definisi komunikasi

Komunikasi dapat berarti penyebaran informasi, ide-ide, sikap dari seseorang / kelompok yang lain. Menurut McQuail & Windahl mendefinisikan komunikasi sebagai proses social interaction, sedangkan Onong Uchyana mengatakan komunikasi sebagai proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Jadi, lingkup komunikasi menyangkut persoalan yang ada kaitannya dengan substansi interaksi social orang-orang dalam masyarakat termasuk konten interaksi (komunikasi) langsung maupun menggunakan media komunikasi. Definisi interaksi sendiri dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih atau antara komunikator dengan komunikan. Istilah interaktif berawal dari interaksi, dapat diartikan sebagai komunikasi dua arah dimana komunikator dan komunikan bertindak secara aktif dalam mencari maupum mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Komunikasi interaktif biasanya menggunakan media komputer atau dapat disebut juga dengan media interaktif, yaitu menggunakan jaringan internet (bentuk kongkret dari konvergensi media). Komputer ditemukan sekitar tahun 1940-an, ”www” (tahun 1990-an) yaitu jaringan terluas dunia dan sejak tahun ini komputer dikenal sebagai media massa, dipakai untuk menyebarkan informasi tanpa batas. Sejak internet dipakai sebagai media interpersonal, maka tidak lagi disebut sebagai media massa tetapi sebagai media modern. Banyak kelebihan yang dimiliki komputer (internet) sehingga disebut sebagi media interaktif, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kecepatan dalam menyajikan sebuah informasi

  • Sifatnya lebih demokratis

  • Informasinya bersifat a-sinkron (aksesnya tidak sinkron)

  • Pilihan tidak terbatas

  • Kita dapat berkomunikasi langsung dengan orang yang jaraknya terpisah jauh (jarak, waktu, tempat dll)

Dengan menggunakan media interaktif (internet) komunikan dapat menentukan pilihan sendiri (channelnya) dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan maupun dalam berkomunikasi dengan orang lain. Komunikan juga secara aktif mencari informasi sesuai dengan yang diinginkan dan langsung mendapatkan respon / jawaban dari proses komunikasi melalu media internet tersebut dan dengan media internet manusia menjadi luas pengetahuan dan wawasan, serta sebagai jalan dalam membuka jendela dunia.

Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi interaktif adalah sebagai kegiatan / aktivitas manusia (komunikan) untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dan dapat berkomunikasi dengan komunikator yang diinginkan, secara aktif menentukan sendiri channel yang sesuai dengan keinginan komunikan yaitu dengan menggunakan media elektronik (komputer tersebut /internet).

 

 

Daftar pustaka:

”pengantar ilmu komunikasi”, deddy mulyana.

komunikasi massa”, bahan ajar.

www.google.com

Pikiran sendiri dungz…….

Hello world!

September 28, 2007 by dwikurniakj05

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!